Budi juga bercerita iklim basket sekarang yang jauh berbeda dengan iklim basket era Kobatama.
"Dulu, informasi tentang pertandingan dari koran. Pertandingan live juga dari TV, nggak ada Youtube."
Baca Juga: Calvin Verdonk Bunuh Diri, Pemain Jepang Selamatkan NEC
"Jadi sekarang pilihan orang tuh lebih beragam. Elo mau dateng ke lapangan atau mau nonton live streaming. Tapi kan kita tetap mengusahakan agar orang-orang datang ke lapangan," jelas Budi.
Jebolan SMAN 3 Jakarta ini menyebutkan justru basket era sekarang malah lebih bagus. "Kita ngomong secara industri ya," ujarnya.
"Tapi emang banyak yang bilang lebih atraktif dan showtime yang dulu ya. Ya perbedaan itu pasti ada. Orang kan gak ter-brainwash dalam satu titik, tapi banyak titik."
Baca Juga: Media Vietnam Sebut Proyek Naturasasi Ambisi untuk Menaklukkan Piala Dunia
Apalagi zaman sekarang, kata Budi untuk bisa menjangkau orang lain, tinggal kita pantau saja medsosnya.
"Beda sama zaman dulu. Kalau pengen tahu kan kita harus datang ke lapangan," terang pria 4 anak ini.
"Ini juga berkaitan dengan kerjaan gue. Bagaimana agar laga home Borneo menarik orang untuk datang ke lapangan. Tapi itu kan memang butuh proses ya," ungkapnya.
Baca Juga: Terungkap Mengapa Atlet Wanita Dikecualikan dari Studi Ilmiah
Saat ditanya soal tim basket Indonesia, Budi berpendapat saat ini tim basket sedang beradaptasi. "Waktu kita menuju world cup grafik basket kita kan going up. Semuanya naik."
Harapan Ali terhadap industri basket Indonesia saat ini? "Harapan gue sih jangan sampai momen yang sudah ada nggak dimanfaatkan," ujarnya.
"Iklim kompetisi sudah mulai baik, IBL juga ingin klub-klub dapat keuntungan dari home away itu."