SportlinkNews - PSSI memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-96 sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan optimisme menuju Piala Dunia 2030.
Melalui diskusi Water Break PSSI Pers bertema "96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030" di GBK Arena, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Sejumlah pemangku kepentingan sepak bola nasional berkumpul untuk merumuskan arah pengembangan jangka panjang Timnas Indonesia.
Baca Juga: Tyrese Maxey Pimpin Sixers Lolos Play-In, Singkirkan Magic 109-97
Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan lintas sektor dalam ekosistem sepak bola nasional, di tengah perjalanan panjang PSSI yang hampir satu abad dengan dinamika prestasi dan tantangan yang terus membentuk wajah sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa meski perjalanan belum sepenuhnya ideal, terdapat sejumlah capaian yang patut diapresiasi, termasuk peningkatan kualitas kompetisi domestik.
"Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25," katanya.
Baca Juga: Gantikan Ernando Ari, Andhika Ramadhani Lakukan Penyelamatan Krusial Bagi Persebaya
Namun, ia mengakui bahwa konsistensi timnas masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi. Meski demikian, program pembinaan tetap berjalan, termasuk penguatan tim usia muda dan sepak bola putri.
"Untuk timnas, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong," ungkap Erick.
Ia juga menekankan pentingnya membangun mimpi besar menuju Piala Dunia 2030 dengan fondasi yang lebih terstruktur, termasuk kehadiran pelatih John Herdman dalam proyek pengembangan tim nasional.
Baca Juga: Curry Meledak 35 Poin, Warriors Taklukkan Clippers di Laga Dramatis Play-In NBA 2026
"Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama. Mimpi itu harus diperjuangkan," ujarnya.
Dari sisi pengamat, Hadi Gunawan menilai peluang Indonesia saat ini lebih terbuka dibanding era sebelumnya, seiring meningkatnya kualitas tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Ia bahkan menyebut skuad saat ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia, dengan level yang mulai mendekati negara-negara kuat Asia.
Baca Juga: Andy Ruiz Tumpahkan Dendam, Tantang Pertarungan Trilogi dengan Anthony Joshua
Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman menilai perkembangan yang terjadi mulai menunjukkan arah positif dan membuat target lolos ke Piala Dunia 2030 semakin realistis.
"Menurut saya, tim saat ini adalah yang terbaik yang kita miliki. Kita harus yakin bahwa pada 2030 kita bisa lolos ke Piala Dunia," tukasnya.
Jurnalis senior Kesit Budi Handoyo turut menyoroti tingginya antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia yang menjadi modal penting dalam membangun prestasi.
Baca Juga: Fiorentina Vs Crystal Palace: Liga Conference Bukanlah Prioritas Utama Vanoli
Adapun mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray mengingatkan pentingnya dukungan positif dari publik agar para pemain dapat berkembang tanpa tekanan berlebihan.
"Yang penting adalah bagaimana membuat mereka lebih kuat dan termotivasi ke depan. Program natulisasi ini bisa menjadi trigger untuk menambah semangat pemain lokal untuk bisa lebih bersaing," katanya.
Artikel Terkait
Lengkapi Jadwal Internasional, PSSI Agendakan Timnas Indonesia Mainkan Dua Laga
PSSI Tingkatkan Kualitas Pelatih Lewat Program Coach Educator
Format Piala Presiden 2026 Digodok, PSSI Siapkan Arah Baru ke Klub Amatir
HUT ke-96 PSSI Jadi Momentum Refleksi, PSSI Pers Gelar Diskusi Menuju Piala Dunia 2030
PSSI-FFF Kolaborasi, 20 Pemain Putri U-17 Digembleng di Clairefontaine