Permainan agresif yang diperagakan Indonesia membuat Vietnam kesulitan keluar dari tekanan. Hasilnya, set pembuka berhasil diamankan dengan skor meyakinkan 25-18.
Namun, Vietnam yang merupakan salah satu kekuatan utama voli putri Asia Tenggara mulai bangkit pada set kedua.
Pertandingan berjalan lebih seimbang, tetapi Indonesia akhirnya harus menyerah 22-25 sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Baca Juga: Pelatih Oman Nilai Garuda Lebih Kuat dari Ranking FIFA, Erick Thohir Buka Suara
Momentum kemudian beralih ke kubu Vietnam. Tim berjuluk Golden Star Warriors itu tampil lebih konsisten pada set ketiga dan menutupnya dengan kemenangan 25-18 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Dalam posisi tertekan, Indonesia tidak kehilangan semangat. Justru pada set keempat, para pemain tampil lebih efektif baik dalam serangan maupun pertahanan.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah Indonesia sukses merebut set keempat dengan skor 25-19. Kedudukan imbang 2-2 membuat pertandingan harus ditentukan melalui set kelima.
Baca Juga: PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026
Set penentuan berlangsung dramatis. Kedua tim saling kejar angka dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk menjauh. Indonesia beberapa kali mampu menyamakan kedudukan ketika Vietnam mencoba mengambil momentum.
Sayangnya, pada poin-poin krusial, Vietnam tampil lebih tenang dan mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Indonesia akhirnya kalah tipis 13-15 dan harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan 2-3.
Meski gagal meraih kemenangan, manajer tim, Luciana Taroreh, mengapresiasi semangat juang yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Kondisi Justin Hubner Terus Dipantau, Donny Tri Dinilai Makin Dekat ke Tim Inti
"Timnas kembali ke performa terbaiknya. Timnas voli putri Indonesia menunjukkan semangat juang yang luar biasa," ujar Luciana.
Menurutnya, faktor pengalaman menjadi pembeda dalam laga tersebut. Vietnam dinilai mampu menjaga ketenangan saat pertandingan memasuki fase-fase menentukan.
"Vietnam lebih tenang pada momen-momen krusial. Itu menunjukkan mental juara yang mereka miliki untuk keluar dari tekanan dalam pertandingan yang sangat ketat," tambahnya.
Baca Juga: Alasan Herdman Rotasi Posisi Pemain: Yang Cocok Profil, Akan Dapat Kesempatan
Terlepas dari hasil akhir, penampilan melawan Vietnam menjadi modal positif bagi Indonesia.
Setelah sebelumnya kalah tiga set langsung dari Kazakhstan, peningkatan performa yang ditunjukkan saat menghadapi Vietnam memberikan sinyal bahwa tim mulai menemukan kembali ritme permainan terbaiknya.
Kini, Timnas voli putri Indonesia diharapkan mampu mempertahankan tren positif tersebut pada pertandingan berikutnya demi menjaga peluang bersaing di AVC Cup Women 2026.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Menpora Dito Ariotedjo Sebut Proliga Jadi Pemanasan untuk Hadapi AVC Cup 2024
AVC Cup 2026: PBVSI Kantongi 32 Nama Putri, Putra Tunggu Pelatih Baru
PB PBVSI Tambah Dua Amunisi Baru untuk Timnas Voli Putra Indonesia
AVC Cup-Women 2026: Servis Agresif dan Mental Tangguh Antar Indonesia Tekuk Iran
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putri Indonesia Takluk dari Kazakstan 0-3