SportlinkNews - Jakarta Pertamina Enduro menunjukkan kelasnya di momen krusial dengan memastikan tiket Grand Final Proliga 2026.
Tim asuhan Bullent Karsioglu itu menang meyakinkan 3-0 atas Jakarta Popsivo Polwan di GOR Jatidiri, Jumat, 17 April 2026.
Hasil ini mengantar JPE menyusul Phonska Plus yang lebih dulu mengunci tempat di partai puncak. Dominasi sejak set pertama menjadi sinyal kuat kesiapan JPE menghadapi laga terbesar musim ini.
Baca Juga: Presiden FIFA Pastikan Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026
Turun dengan komposisi terbaik, JPE langsung menekan lewat kombinasi Megawati Hangestri, Tisya Amallya, hingga Wilma Salas. Mereka melesat cepat dan memaksa Popsivo kesulitan keluar dari tekanan.
Meski sempat mendapat perlawanan dari duet Yonkaira Pena dan Malwina Smarzek, JPE tetap mampu menjaga ritme permainan. Time-out di momen krusial jadi titik balik sebelum mereka menutup set pertama dengan nyaman.
Memasuki set kedua, tempo permainan sepenuhnya dikuasai JPE. Blok rapat dan transisi cepat membuat Popsivo tak berkembang. Jarak poin terus melebar hingga memastikan keunggulan dua set sekaligus mengamankan tiket final.
Baca Juga: Tuding Ada Penipuan Kontrak, Promotor AS Gugat Lionel Messi dan Federasi Argentina
Di set ketiga, JPE bermain lebih lepas. Spike keras Megawati dan distribusi bola rapi dari setter membuat serangan tetap tajam meski rotasi pemain dilakukan.
Popsivo tak mampu mengejar ketertinggalan hingga laga berakhir dengan kemenangan telak.
Keberhasilan meredam duet maut Yonkaira Pena dan Malwina Smarzek menjadi kunci utama keberhasilan JPE di laga ini.
Baca Juga: Persaingan MVP Memanas, Gilgeous-Alexander Unggul Tipis atas Jokic dan Wembanyama
Pelatih JPE, Karsioglu, mengakui kondisi lapangan sempat memengaruhi permainan timnya. "Permainan menjadi sedikit lambat karena cuaca panas. Pemain cepat berkeringat, tapi mereka tetap bisa menjaga fokus," katanya.
Ia berharap kondisi berbeda di partai puncak nanti agar strategi bisa lebih maksimal. "Semoga di final nanti cuaca lebih baik, sehingga kami bisa menjalankan rencana permainan dengan lebih optimal," tambahnya.
Di sisi lain, pelatih Popsivo, Darko Dobreskov, tak menutupi kekecewaannya atas performa tim. Ia menilai pemainnya bermain di bawah performa.
Baca Juga: Drama Batas 65 Gim: Doncic dan Cunningham Diselamatkan, Edwards Terhenti