SportlinkNews - Timnas voli putra Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat setelah menyelesaikan perjuangan di AVC Cup 2026.
Baca Juga: Ronaldo Dukung Zinedine Zidane Jadi Pelatih Baru Timnas Prancis
"Mereka diberi toleransi libur. Hari Sabtu pagi sudah latihan lagi dan setelah itu Sabtu-Minggu sudah tidak ada libur lagi," ujar Loudry, Selasa, 30 Juni 2026.
Indonesia dijadwalkan bertolak ke Filipina pada 13 Juli untuk mengikuti putaran pertama SEA V League yang berlangsung pada 15-19 Juli. Setelah itu, kompetisi akan berlanjut ke putaran kedua di Jakarta pada 22-29 Agustus.
Meski mayoritas pemain diproyeksikan tetap dipertahankan, Loudry mengungkapkan kemungkinan akan ada perubahan dalam komposisi skuad. Namun, keputusan sepenuhnya diserahkan kepada pelatih kepala, Reidel Alfonso Toiran.
Baca Juga: Tembus Limit Dunia, Tiga Atlet Muda Indonesia Lolos ke World Athletics U20 Oregon 2026
"Sepertinya ada pergantian, mungkin dua sampai tiga pemain. Tapi Coach Toiran belum memberikan nama-namanya. Saya memberikan kebebasan kepada beliau untuk memilih pemain," tambahnya.
PBVSI memasang target tinggi pada SEA V League tahun ini. Ketua Umum PP PBVSI pun berharap Indonesia mampu menyapu bersih gelar juara di dua putaran kompetisi tersebut.
"Targetnya jelas. Pak Ketua Umum maunya juara di dua putaran karena ini level ASEAN," kata Loudry.
Baca Juga: Aqil Savik Merapat ke Persija, Siap Jadi Palang Pintu yang Tangguh
Usai SEA V League, pelatnas akan berlanjut tanpa jeda panjang sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Jepang.
Loudry mengatakan tim diperkirakan memiliki waktu sekitar satu bulan untuk menjalani latihan intensif sebelum bertolak ke Nagoya pada 24 September.
"Kami sudah memesan tiket keberangkatan tim putra pada 24 September ke Nagoya," ucapnya.
Baca Juga: Robert Lewandowski Sepakati Kontrak Dua Tahun bersama Chicago Fire
Lokasi pemusatan latihan masih dalam pembahasan. Sentul menjadi pilihan utama, sementara Medan disiapkan sebagai alternatif karena memiliki fasilitas yang memadai.
Untuk Asian Games, PBVSI juga menaikkan target prestasi. Jika sebelumnya tidak memasang ekspektasi tinggi di AVC Cup, kini Indonesia dibebani target menembus empat besar.
Menurut Loudry, target tersebut memang tidak mudah mengingat persaingan di level Asia jauh lebih ketat dibanding AVC Cup. Ia menilai absennya Jepang dan China pada AVC Cup membuat tingkat kompetisi berbeda.
Baca Juga: Tampil Impresif di Fase Grup, Jude Bellingham Jawab Ekspektasi Thomas Tuchel
"Target empat besar memang berat. Di AVC Cup kemarin Jepang dan Tiongkok tidak ikut karena tampil di Volleyball Nations League. Padahal mereka bersama Iran masih menjadi kekuatan terbaik di Asia," katanya.
Karena itu, Loudry menegaskan kunci untuk mewujudkan target tersebut adalah meningkatkan kualitas latihan selama pelatnas.
Persiapan yang lebih intensif dinilai menjadi modal utama agar timnas mampu bersaing dengan negara-negara elite Asia pada Asian Games mendatang.