Dari Juru Kunci ke Penguasa: Pistons Samai Rekor Legendaris Tim 1990 & 2004

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 26 November 2025 | 00:01 WIB
Pemain Detroit Pistons, Jaden Ivey memegang bola di lanjutan NBA Cup 2025/26 melawan Indiana Pacers di Gainbrigde Fieldhouse, Senin, 24 November waktu setempat. (@detroitpistons)
Pemain Detroit Pistons, Jaden Ivey memegang bola di lanjutan NBA Cup 2025/26 melawan Indiana Pacers di Gainbrigde Fieldhouse, Senin, 24 November waktu setempat. (@detroitpistons)

SportlinkNews - Kebangkitan Detroit Pistons di NBA Cup 2025/26 mencapai babak baru.

Setelah bertahun-tahun menjadi tim juru kunci dan bahkan mencatat rekor kekalahan beruntun terburuk dalam sejarah NBA, Pistons kini menjelma menjadi kekuatan paling panas di liga. 

Mereka resmi menyamai rekor kemenangan beruntun sepanjang masa milik skuad juara 1990 dan 2004 setelah menaklukkan Indiana Pacers 122-117, Senin malam, 24 November 2025, waktu setempat.

Baca Juga: Usai Menjadi Juara Welter UFC, Islam Makhachev Ungkap Penyesalan Terbesarnya

Kemenangan ke-13 beruntun ini sekaligus mengokohkan posisi Detroit di puncak klasemen Wilayah Timur dengan catatan 15-2.

Transformasi ini nyaris mustahil dibayangkan hanya dua musim lalu, ketika mereka menutup paruh awal 2023-24 dengan rekor memilukan 3-36.

Bintang tim Cade Cunningham tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya. "Ini luar biasa. Kami bermain untuk franchise bersejarah, Detroit Pistons," tuturnya. 

Baca Juga: Bank Jatim Kunci 16 Besar, Lima Juara Pul Lain Susul ke Fase Gugur Kejurnas Antarklub U-19 2025

"Bisa menciptakan sejarah baru buat tim ini, itu terasa spesial," ujar Cunningham.

Perubahan drastis ini menjadi kontras tajam dengan kondisi Pistons beberapa tahun terakhir. Tim yang dulu identik dengan identitas keras "Bad Boys" pernah terperosok ke titik nadir, namun kini kembali menunjukkan karakter kompetitif yang kuat.

Ujian berat berikutnya sudah menanti. Pistons berpeluang melampaui torehan tim-tim legendaris mereka ketika berhadapan dengan rival klasik, Boston Celtics, dalam lanjutan NBA Cup pada Rabu waktu setempat.

Baca Juga: Arman Tsarukyan Dinilai Layak Tantang Ilia Topuria, Ini Dukungan Langsung dari Islam Makhachev

Pacers pun jadi korban terbaru Pistons. Meski Pacers tampil berani meski dihantam cedera, Detroit tetap terlalu tangguh. 

Indiana sempat memangkas selisih 18 poin di kuarter keempat, namun kewalahan menghadapi eksekusi Detroit di menit-menit krusial.

Cunningham tampil sebagai penggerak utama dengan 24 poin, 11 rebound, dan enam assist. Jalen Duren kembali mendominasi paint area dengan 17 poin dan 12 rebound, sedangkan Caris LeVert menyumbang 19 poin. 

Baca Juga: FIFA Matchday Jadi Prioritas, Timnas Putri Belum Sentuh Agenda SEA Games 2025

Pistons juga mendapat suntikan tenaga segar dari Jaden Ivey yang baru kembali pasca cedera patah fibula, ia menyumbang 12 poin dalam 12 menit.

Meski menang, Cunningham mengingatkan timnya untuk tetap waspada. "Kami tidak boleh membiarkan lawan kembali begitu saja ke permainan," ujarnya. 

"Kami harus belajar dari momen itu dan tampil lebih solid."

Baca Juga: Kisah Gagalnya Lionel Messi Kembali ke Barcelona: Dari Telepon Xavi hingga Ditolak LaLiga

Dengan momentum yang terus menanjak, Detroit kini bukan sekadar kejutan awal musim. Mereka mulai dipandang sebagai ancaman serius, dan tren 13 kemenangan ini bisa menjadi awal dari babak baru kejayaan Pistons.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X