SportlinkNews - Setelah menepi cukup lama akibat cedera, pasangan ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja akhirnya kembali ke panggung internasional.
Singapore Open 2026 menjadi titik awal kebangkitan mereka setelah terakhir kali tampil bersama sebelum Rehan mengalami cedera lutut kiri pada Macau Open Agustus 2025 lalu.
Kembalinya Rehan/Gloria disambut penuh antusias. Bagi keduanya, turnamen BWF Super 750 di Singapore Indoor Stadium bukan sekadar ajang comeback, tetapi juga momentum untuk mengembalikan performa terbaik yang sempat terhenti.
Baca Juga: Erling Haaland Tidak Sabar Debut di Piala Dunia 2026
"Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa comeback di pertandingan internasional," kata Rehan usai uji coba lapangan di Singapore Indoor Stadium, Senin, 25 Mei 2026.
"Memang jalannya tidak mudah buat saya jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, mencoba untuk menikmati pertandingan pertama dulu."
Sementara itu, Gloria Emanuelle Widjaja mengaku senang melihat perkembangan kondisi pasangannya yang dinilai pulih lebih cepat dari perkiraan.
Baca Juga: Tak Ada Pemain Real Madrid di Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026
"Yang pasti happy, senang karena melihat Rehan punya progress yang sangat baik dan cepat recoverynya. Jadi kami memang mau kembali dan punya performa bagus di lapangan," tutur Gloria.
"Hasil nomor sekian tapi setidaknya kami mau performa yang lebih baik lagi dari sebelumnya."
Tak hanya soal hasil, Gloria menegaskan bahwa dirinya masih memiliki ambisi yang belum tuntas bersama Rehan. Hal itu pula yang membuatnya semakin termotivasi menyambut comeback mereka di Singapura.
Baca Juga: Kondisi Lionel Messi Picu Kekhawatiran Timnas Argentina
"Dengan dukungan penuh yang kami dapat, kami juga ingin membuktikan dengan kasih yang terbaik. Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan jadi saya bilang sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik," lanjutnya.
Di balik proses pemulihan panjang yang dijalani, Rehan menyebut dukungan dari orang-orang terdekat menjadi faktor penting yang membuatnya mampu bangkit dari cedera.
"Saya terus mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa," ujar Rehan.
Baca Juga: Gagal Tembus Kompetisi Eropa, Reece James Sebut Performa Chelsea Buruk
"Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit."
Selain Rehan/Gloria, skuad bulutangkis Indonesia lainnya juga sudah berada di Singapura dan menjalani sesi latihan adaptasi. Rehan menilai kondisi lapangan tidak banyak berubah sehingga proses penyesuaian berjalan cukup lancar.
"Saya, Kak Gloria dan kita semua tim Indonesia sudah sering main di sini jadi tidak ada yang terlalu berbeda kondisinya. Adaptasi juga tidak terlalu sulit, tadi coba lebih enak-in feeling-feelingnya," ucap Rehan.
Baca Juga: Kontrak di Persija Segera Berakhir, Rayhan Hannan: Kita Lihat Nanti
Singapore Open 2026 berlangsung pada 26-31 Mei dengan total hadiah mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat.
Indonesia mengirimkan wakil di seluruh sektor, termasuk Jonatan Christie, Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, hingga andalan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di sektor ganda putra.
Hanya saja kekuatan Indonesia berkurang di sektor ganda putra setelah pasangan muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ditarik dari keikutsertaan karena cedera.
Artikel Terkait
Goh/Izzuddin Dituding Gagal Kelola Tekanan Nomor 1 Dunia Usai Tersingkir di Singapore Open
Belajar Taktik Langsung, Man Wei Chong Dampingi Herry IP di Singapore Open 2025
Berkat Bimbingan Herry IP, Aaron Chia/Soh Wooi Yik Akhiri Puasa Gelar 17 Tahun Malaysia di Singapore Open
Indonesia Turunkan Sembilan Wakil di Singapore Open 2026
Raymond/Joaquin Batal Tampil, Kekuatan Ganda Putra Indonesia Berkurang di Singapore Open