Cedera Jalen Williams Jadi Pukulan bagi Thunder di Laga Penentuan, Spurs Ingin Curi Momentum

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 22:32 WIB
Oklahoma City Thunder kehilangan Jalen William di laga penentu Final Barat, versus San Antonio Spurs, Sabtu, 31 Mei waktu setempat.  (Getty Images)
Oklahoma City Thunder kehilangan Jalen William di laga penentu Final Barat, versus San Antonio Spurs, Sabtu, 31 Mei waktu setempat. (Getty Images)

SportlinkNews - Oklahoma City Thunder memasuki momen paling menentukan musim ini dengan kondisi yang jauh dari ideal.

Saat satu tiket menuju Final NBA 2026 dipertaruhkan, tim besutan Mark Daigneault dipastikan kehilangan salah satu pilar utamanya, Jalen Williams, untuk Gim 7 Final Wilayah Barat melawan San Antonio Spurs.

Pertandingan hidup-mati yang akan digelar di Paycom Center, Oklahoma City, Sabtu, 31 Mei waktu setempat, menjadi ujian besar bagi kedalaman skuad Thunder.

Baca Juga: FA7 Indonesia Cetak Sejarah, Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia di Honduras

Williams, yang masih bergulat dengan cedera hamstring kiri, dinyatakan belum cukup fit untuk turun setelah kondisinya tidak menunjukkan perkembangan yang memadai.

Kehilangan Williams menjadi pukulan tersendiri bagi Thunder. Sepanjang musim, pemain berusia 25 tahun itu merupakan salah satu motor permainan tim sebelum serangkaian cedera membatasi kontribusinya.

Pada musim reguler 2025-2026, ia hanya tampil dalam 33 pertandingan dengan rata-rata 17,1 poin, 4,6 rebound, dan 5,5 assist per laga.

Baca Juga: Semifinal IBL 2026 Siap Sajikan Duel Panas, Hornbills Tantang Satria Muda

Thunder sebenarnya sempat mencoba memainkan Williams pada Gim 6 di San Antonio. Namun eksperimen tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Diturunkan dari bangku cadangan setelah absen dalam tiga pertandingan sebelumnya, Williams hanya bermain 10 menit dan menyumbang satu poin sebelum akhirnya tidak kembali dimainkan.

Pelatih Thunder, Mark Daigneault, mengakui bahwa pemainnya belum berada dalam kondisi terbaik saat dipaksakan kembali ke lapangan.

Baca Juga: Fajar/Fikri Waspadai Kekuatan Satwik/Chirag di Final Singapore Open 2026

"Dia hanya ingin melakukan apa pun yang dia bisa untuk membantu tim. Saya menghargai usahanya untuk bermain. Dia melakukan yang terbaik yang dia bisa. Jelas dia bukan alasan kami kalah," kata Daigneault.

Absennya Williams semakin memperberat tugas Thunder yang baru saja mengalami kekalahan telak 91-118 dari Spurs. Kekalahan tersebut membuat keunggulan Oklahoma City menguap dan memaksa seri berlanjut ke laga ketujuh.

Di sisi lain, San Antonio datang ke Oklahoma City dengan kepercayaan diri tinggi setelah menemukan kembali ritme permainan mereka.

Baca Juga: Alwi Farhan Terhenti di Semifinal Singapore Open 2026, Akui Sulit Hadapi Tekanan Alex Lanier

Kebangkitan Spurs tak lepas dari penampilan dominan Victor Wembanyama yang tampil layaknya pemain franchise saat tim berada di ambang eliminasi.

Setelah tampil di bawah ekspektasi pada pertandingan sebelumnya, Wembanyama menjawab kritik dengan performa impresif.

Bintang muda asal Prancis itu membukukan 28 poin, 10 rebound, dan tiga blok hanya dalam 29 menit bermain saat membawa Spurs menghancurkan Thunder di Gim 6.

Baca Juga: Redam Ketajaman PSG, Legenda Arsenal Minta Jurrien Timber Diturunkan Sejak Awal

Pelatih Spurs, Mitch Johnson, menilai perubahan terbesar Wembanyama bukan hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari pendekatan mentalnya terhadap pertandingan.

"Saya pikir aktivitasnya secara keseluruhan berbeda. Itu mungkin berasal dari tekad dan niatnya untuk meninggalkan jejak di pertandingan ini," ucap Johnson.

Wembanyama sendiri menegaskan bahwa Spurs mampu bangkit karena tetap berpegang pada identitas permainan mereka.

Baca Juga: Aprilia Kuasai Pole Position, Ducati di Barisan Kedua GP Italia di Mugello

"Kami konsisten dan melakukan apa yang perlu kami lakukan," ujar pemain yang musim ini meraih penghargaan Defensive Player of the Year tersebut.

Dominasi Spurs pada Gim 6 terlihat dari berbagai aspek. Mereka mengontrol area paint, memenangi duel rebound penting, dan memaksa Thunder kesulitan menemukan akurasi tembakan.

Oklahoma City hanya mampu mencatatkan persentase tembakan 37,2 persen dari lapangan dan 25 persen dari garis tiga angka.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Kelayakan Kylian Mbappe sebagai Kapten Prancis Dipertanyakan

Menurut Shai Gilgeous-Alexander, salah satu perbedaan utama dalam pertandingan tersebut adalah agresivitas yang ditunjukkan lawan. "Mereka menyerang. Kami tidak membalas," katanya.

Kini seluruh drama Final Wilayah Barat akan ditentukan dalam satu pertandingan. Thunder memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri, tetapi harus tampil tanpa Williams dan Ajay Mitchell yang juga masih dibekap cedera.

Sebaliknya, Spurs datang dengan momentum dan keyakinan bahwa mereka mampu menyelesaikan comeback setelah tertinggal dalam seri.

Baca Juga: Herdman: Timnas Indonesia Jalani ASEAN Championship 2026 dengan Fokus Bertahap

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com, Sports Illustrated

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X