Mama Evi Sempat Hentikan JBL Reborn 2023, tapi Akhirnya Event Itu Diizinkan

Suryansyah, Sportlink News
- Selasa, 19 Maret 2024 | 06:05 WIB
Ketua Umum Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur, Grace Evi Ekawati. (kominfo.jatimprov.go.id)
Ketua Umum Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur, Grace Evi Ekawati. (kominfo.jatimprov.go.id)

SportlinkNews - Grace Evi Ekawati mendadak menghentikan pertandingan Jember Basketball League (JBL) Reborn 2023. Aksi Ketua Umum Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur itu viral di media sosial.

"Mas behenti dulu. Stop. Event ini tidak ada rekomendasi dari Perbasi. Saya minta maaf kapada semua peserta yang ada semua di sini. Demi ketertiban dan kemajuan basket di Jawa Timur, semua event itu harus minta rekomendasi Perbasi, karena semua di bawah naungan perbasi. Event ini tidak ada rekomendasi dari Perbasi," kata Grace Evi Ekawati di akun Instagram @graceeviekawati.

Unggahan itu disukai 68 ribu dan mendapat 2.794 beragam komentar. Ada yang memuji ketegasannya dan tidak sedikit yang bernada negatif.

Baca Juga: Bermain Ngotot Borneo Hornbills Cetak Rekor Tertinggi dalam Satu Kuarter

Tapi, wanita yang disapa Mama Evi ini kemudian, mengizinkan event terus berjalan. Dia menegaskan punya hak prerogratif untuk menghentikanya. Tapi, tidak akan digunakan.

"Silakan event dilanjutkan. Biarkan tanggung jawab itu antara Mama Evi dan panitia," tandasnya disambut tepuk tangan peserta JBL.

Menurutnya pihak Perbasi Jatim tidak tahu tentang laga JBL Reborn 2023 yang digelar pada 2-11 Maret 2023 di GOR Garuda Jember karena tidak mendapat tembusan dari Perbasi Jember. Namun baru tahu setelah mendapat surat pengaduan dari salah satu peserta.

"Padahal event tersebut bukan lingkup kabupaten tapi provinsi karena ada beberapa peserta dari Surabaya, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, dan Probolinggo, sehingga harus mendapatkan rekomendasi dari Perbasi Jatim. Itu sudah ada dalam aturan," tuturnya.

Dia mengatakan dirinya bukan mentang-mentang sebagai ketua. Tapi, semata menjalankan peraturan dan agar semua pihak mematuhinya. Semua kegiatan basket provinsi di Jatim harus mendapatkan rekomendasi dari Perbasi Jatim.

"Saya akan mengeluarkan surat teguran pertama karena sekian kali saya tidak diberitahu tentang pertandingan basket yang melibatkan tim di beberapa daerah di Jatim," ungkapnya.

Mama Evi menjelaskan panitia mungkin tidak tahu aturannya bahwa penyelenggaraan basket yang melibatkan peserta antar-kabupaten harus mendapatkan rekomendasi dari Perbasi Jatim.

"Kalau panitia tidak tahu itu wajar, namun Perbasi Jember tahu akan itu karena sudah disosialisasikan dalam rapat kerja daerah (rakerda). Perbasi Jember harusnya tidak menyesatkan pihak panitia karena sebenarnya mereka sudah paham," katanya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Grace Evi Ekawati (@graceeviekawati)

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X