SportlinkNews - Gim 6 di Philadelphia antara Boston Celtics dan Philadelphia 76ers diprediksi akan ditentukan oleh duel Joel Embiid dan Nikola Vucevic, serta konsistensi Boston dalam mencetak tembakan tiga angka.
Menjelang Gim 5, sempat muncul keraguan soal dampak kehadiran Embiid setelah ia tampil kurang efisien pada Gim 4 meski membukukan 26 poin, 10 rebound, dan enam assist. Bahkan, Celtics mampu mengeksploitasi kelemahannya di sisi pertahanan.
Namun, narasi itu berubah di Gim 5. Embiid bangkit dan tampil dominan dengan 33 poin serta delapan assist, memimpin Sixers meraih kemenangan comeback sekaligus memperlihatkan peningkatan signifikan, baik di area post maupun dalam bertahan.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
Meski demikian, jalannya seri tidak hanya bergantung pada Embiid. Akurasi tembakan tiga angka Celtics menjadi faktor penentu yang tak kalah penting.
Dalam tiga kemenangan, Boston mencatatkan akurasi 47,7 persen dari luar busur, tetapi angka itu anjlok menjadi 27 persen dalam dua kekalahan.
Tren ini kembali terlihat di Gim 5, saat Celtics mencatat persentase tripoin terendah sepanjang seri.
Baca Juga: Pembalap Jepang Yuki Kunii Bersiap Jalani Debut di WorldSBK Hungaria Bareng Honda
Setelah sebelumnya mengandalkan tembakan luar dengan porsi 58 persen pada Gim 2 hingga 4, mereka hanya melepaskan 39 percobaan (44 persen dari total tembakan) di laga tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika tertinggal 17 poin di kuarter keempat. Celtics justru lebih kesulitan dalam penyelesaian dua angka (1 dari 14) dibandingkan tembakan tripoin (2 dari 8).
Hal ini menegaskan bahwa naik turunnya akurasi tembakan luar menjadi penentu utama performa mereka, dan konsistensi di sektor ini akan sangat krusial pada Gim 6.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Liga Primer Pekan ke-35, Tersaji Duel Seru Manchester United Vs Liverpool
Di sisi lain, pertarungan taktik juga terlihat dari kemampuan kedua tim dalam menavigasi screen.
Paul George tampil impresif dalam aspek ini, mampu membatasi ruang gerak Jaylen Brown dan memaksa Celtics mengambil tembakan sulit. Intensitas pertahanan Sixers bahkan terlihat jelas saat mereka mendominasi kuarter akhir Gim 5.
Strategi drop coverage yang diterapkan Sixers untuk melindungi area ring juga terbukti efektif, terutama ketika Embiid terlibat aktif dalam pertahanan.
Baca Juga: Hasil Super League: Persib Tundukkan Bhayangkara FC, Kembali ke Puncak Klasemen
Kehadirannya di area kunci mampu menghambat penetrasi lawan sekaligus memaksa Celtics mengubah pola serangan.
Sementara itu, Boston menghadapi dilema lewat peran Vucevic. Di satu sisi, ia berpotensi menjadi ancaman dari perimeter untuk membuka ruang bagi rekan setimnya.
Namun di sisi lain, ia kerap kesulitan meredam dominasi Embiid di low post, yang justru menjadi celah besar bagi Sixers untuk terus menekan.