basket

Jalen Suggs: Mentalitas Football yang Menghidupkan Permainannya di NBA

Sabtu, 2 Mei 2026 | 21:51 WIB
Guard Orlando Magic, Jalen Suggs, tak segan-segan menerapkan mentalitas sepak bolanya di lapangan basket. (Getty Images)

SportlinkNews - Perjalanan karier Jalen Suggs di dunia basket tak pernah benar-benar lepas dari jejak masa lalunya sebagai pemain sepak bola.

Guard andalan Orlando Magic itu dikenal membawa mentalitas keras dan fisik khas football ke setiap pertandingan NBA yang ia jalani.

Suggs bahkan mencatat sejarah sebagai satu-satunya atlet yang meraih gelar Minnesota Mr. Basketball dan Mr. Football dalam tahun yang sama.

Baca Juga: Gagal ke Final, Tim Uber Indonesia Tetap Tinggalkan Harapan Besar

Warisan itu masih melekat, bukan hanya dalam gaya bermain, tetapi juga secara harfiah melalui bekas luka di tubuhnya, termasuk satu di lengan kiri atas yang ia dapat saat masih bermain sebagai quarterback di level sekolah menengah.

"Saya suka semua bekas luka saya. Semua punya cerita," kata Suggs. "Sepak bola mengajarkan banyak hal dan saya akan selalu bersyukur."

Mentalitas tersebut terlihat jelas di lapangan basket. Suggs dikenal agresif dalam bertahan, berani melakukan kontak fisik, serta tak ragu menjatuhkan diri demi merebut bola.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-31 Super League 2025/26, Persib dan Borneo Berlomba Cari Tiga Poin

Instingnya membaca permainan bahkan kerap disamakan dengan pemain bertahan NFL, sesuatu yang membuatnya menjadi salah satu pilar penting Magic.

Perannya begitu vital, terutama dalam seri playoff Wilayah Timur melawan Detroit Pistons. Suggs menjadi motor energi tim, baik lewat tekanan defensif, steal, hingga aksi hustle yang mengangkat semangat rekan setim.

"Dia tidak takut kontak fisik. Itu insting yang jarang dimiliki pemain basket," ungkap rekan setimnya, Paolo Banchero.

Baca Juga: Upaya Marco Silva Pertahankan Tradisi Kemenangan di Kandang Arsenal dan Bawa Fulham ke Kompetisi Eropa

Secara statistik, kontribusi Suggs juga menonjol. Ia pernah masuk NBA All-Defensive Second Team dan menjadi salah satu guard terbaik dalam hal steal, blok, serta rebound defensif.

Namun, gaya bermain penuh kontak itu juga membawa risiko. Cedera beberapa kali menghampirinya, termasuk operasi lutut yang membuatnya absen di playoff 2025.

Meski begitu, pelatih Magic, Jamahl Mosley, menegaskan tim tidak akan membatasi karakter alami Suggs.

Baca Juga: Megawati Hangestri Ungkap Alasan Mundur dari Timnas Voli Indonesia

"Menahan dia berarti menghilangkan kekuatan utamanya. Itu justru merugikan tim," ujar Mosley.

Sebelum memilih basket, Suggs sebenarnya memiliki masa depan cerah di sepak bola.

Ia direkrut sejumlah program besar seperti Minnesota Golden Gophers dan bahkan dinilai punya potensi bermain di NFL. Namun, ia akhirnya memilih jalur basket bersama Gonzaga dan kemudian terpilih di NBA Draft 2021.

Baca Juga: Sistem Radio Helm MotoGP Kembali Diuji, Fabio Quartararo Sebut Versi Barunya Masih Perlu Diperbaiki

Kini, meski telah menandatangani kontrak besar dan menjadi bagian penting Magic, kecintaannya pada sepak bola tetap hidup. Ia bahkan kerap menonton cuplikan permainan NFL untuk meningkatkan insting bertahannya di basket.

"Sepak bola dan basket itu berbeda, tapi banyak hal yang bisa diterapkan," imbuhnya.

Tags

Terkini