Pada serangan terakhir, bola berada di tangan Brunson. Tembakan tiga angkanya meluncur ke arah ring, tetapi gagal masuk.
Ketika banyak orang mengira kesempatan terakhir itu telah hilang, Anunoby muncul di saat yang tepat. Ia melompat, menyentuh bola pantul hasil tembakan Brunson, dan mengarahkannya masuk ke ring dengan sisa sekitar satu detik di papan waktu.
Madison Square Garden langsung meledak.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kisah Ambisi Inggris dan Pesan Emosional Paul Gascoigne
Para pemain Knicks berhamburan ke lapangan merayakan momen yang mungkin menjadi titik balik terbesar dalam sejarah modern klub tersebut. Ribuan suporter yang sebelumnya diliputi kecemasan kini larut dalam euforia luar biasa.
Pelatih Knicks Mike Brown bahkan menyebut aksi Anunoby sebagai salah satu permainan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah organisasi.
Keberhasilan New York semakin terasa istimewa karena mereka memecahkan rekor comeback terbesar yang pernah terjadi di Final NBA. Sebelum pertandingan ini, tidak ada tim yang mampu membalikkan defisit sebesar itu di panggung final.
Baca Juga: Sambut Musim Baru, Tiga Klub Super League Perkenalkan Pelatih Anyar
Sementara Knicks merayakan malam bersejarah, Spurs harus menelan kekecewaan mendalam. Setelah tampil dominan selama dua kuarter pertama dan tampak berada di jalur kemenangan, mereka justru kehilangan kendali pada paruh kedua.
Wembanyama tetap menjadi pemain terbaik Spurs dengan 24 poin dan 13 rebound, sementara Dylan Harper menambahkan 21 poin.
De'Aaron Fox serta Devin Vassell masing-masing menyumbang 18 poin. Namun seluruh kontribusi tersebut akhirnya tidak cukup untuk menghentikan kebangkitan luar biasa New York.
Baca Juga: Batal Pimpin Laga Piala Dunia 2026, Publik Somalia Sambuat Hangat Wasit Omar Artan
Kini tekanan sepenuhnya beralih ke kubu San Antonio. Mereka harus memenangkan tiga pertandingan beruntun jika ingin membalikkan keadaan dan menggagalkan pesta yang mulai terlihat di depan mata pendukung Knicks.
Sebaliknya, New York hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian lebih dari lima dekade dan mengangkat trofi Larry O'Brien yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1973.