“Saya ini petarung dengan rekor submission terbanyak di UFC, dan dalam jiu-jitsu, saya memiliki reputasi terbaik,” ujarnya.
“Jadi kami sengaja mengambil ronde pertama untuk membaca lawan, lalu fokus penuh di ronde kedua.”
Baca Juga: KONI Pusat Melepas Atlet Indonesia ke Asia Championship Padel Cup 2025
Strategi itu terbukti jitu. Di ronde kedua, Oliveira berhasil menetralisir kekuatan Gamrot sebelum akhirnya melancarkan serangan mematikan.
“Kami tahu ronde pertama adalah ronde terkuatnya,” lanjutnya.
“Pelatih saya memberi instruksi untuk menggunakan siku dan beberapa serangan lain, tapi saya memilih untuk tetap mengendalikan permainan."
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Kisah Emas dari Pegulat Veteran Jatim
"Setelah saya menguasai ritme, saya tahu waktu yang tepat untuk menyerang.”
Dengan ketenangan dan ketepatan waktu, Oliveira akhirnya menutup pertarungan lewat cekikan yang memaksa Gamrot menyerah.
Aksi tersebut disambut sorakan meriah dari para penggemar Brasil yang memadati arena.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Model Seleksi dan Pembinaan Atlet Nasional
Usai duel tersebut, Oliveira tampaknya sudah membidik lawan berikutnya.
Ia secara terbuka menyebut nama Max Holloway sebagai calon tanding yang diinginkannya.
“Saya ingin melawan Holloway,” katanya singkat.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Jawa Barat Sementara Dominan, Baru Enam Provinsi Raih Emas
Artikel Terkait
Barcelona Menerima Kabar Terbaru Tentang Situasi Cedera Lamine Yamal
Barcelona dan Real Madrid Berebut Talenta Top dari Meksiko
DKI Dominasi Hari Pertama Judo, Reza Persembahkan Emas Ketiga
Meningkatkan Kinerja Atlet Dayung dengan Sport Science
Delapan Emas dari Arena Taekwondo, Jawa Barat Puncaki Klasemen Sementara PON Bela Diri 2025