Namun, semakin lama duel berjalan, semakin besar pula peluang sang juara kelas ringan tersebut untuk mengambil kendali penuh.
“Della Maddalena akan menggunakan kekuatan fisiknya di awal untuk meladeni adu gulat, tapi Makhachev akan membuatnya tenggelam di permainan bawah."
Baca Juga: Perjuangan Liverpool Mempertahankan Gelar Juara Habiskan Rp 8,4 Triliun Tidak Mengejutkan
"Pada akhir ronde kedua, dia akan kehabisan tenaga,” tambahnya.
Bagi Gadzhiev, situasi seperti itu sudah sering terlihat dalam berbagai laga Makhachev sebelumnya.
Ia mencontohkan kemenangan Makhachev atas Charles Oliveira pada 2022, di mana sang petarung Rusia berhasil menaklukkan “raja kuncian” UFC itu hanya dalam dua ronde.
Baca Juga: Chris Eubank Jr Tidak Lagi Mesra dengan Eubank Sr
Pengalaman menghadapi lawan-lawan tangguh di laga besar diyakini menjadi modal utama bagi Makhachev dalam mempertahankan keunggulannya.
Meski demikian, Gadzhiev menegaskan bahwa komentarnya bukan bermaksud meremehkan kemampuan Della Maddalena.
Ia bahkan menyebut petarung asal Perth itu sebagai lawan terberat Makhachev sejauh ini.
Baca Juga: Dua Lipa Menjadi Hipster Sepak Bola Mendukung Boca Juniors dan River Plate
“Della Maddalena adalah lawan yang kuat dan berat bagi Makhachev, terutama karena mereka bertarung di kelas yang telah dikuasai Makhachev,” ujarnya.
Namun, ia menilai pengalaman bertarung di laga besar menjadi faktor pembeda yang signifikan antara keduanya.
Makhachev, yang sudah berkali-kali turun dalam pertarungan perebutan gelar dunia, dinilai memiliki mental dan kemampuan membaca situasi lebih matang dibandingkan lawannya.
Artikel Terkait
Peluang Timnas U-17 Indonesia Lolos ke Fase Knock Out Usai Cetak Sejarah
Komentar Nova dan Evandra Tentang Sejarah Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17
Ketika Tottenham dan Man United Berada Dalam Situasi yang Sama
Tim Jay Idzes Makan Korban, Atalanta Pecat Ivan Juric
Mancini Menerima Tawaran Al Sadd Satu Tahun setelah Dipecat Gegara Timnas Indonesia