“Lihat bagaimana Durinho (Burns) bertarung. Cara dia menghadapi Khamzat seharusnya bisa lebih efektif kalau dia benar-benar menguasai jiu-jitsu,” ujar Danis.
Menurut Danis, kunci utama menghadapi Khamzat adalah bermain dengan guard yang kuat dan tidak hanya bertahan pasif di sudut oktagon.
Baca Juga: KONI Pusat Melepas Atlet Indonesia ke Asia Championship Padel Cup 2025
“Kamu harus jago jiu-jitsu. Jangan hanya menunggu dan bersandar pada pagar, karena kamu akan terjebak di sana sepanjang pertarungan,” tegasnya.
Petarung berusia 32 tahun itu juga menegaskan bahwa menghadapi Chimaev bukanlah hal yang sulit baginya.
Ia yakin bisa memanfaatkan keahliannya dalam jiu-jitsu untuk menaklukkan sang juara dengan cepat.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Kisah Emas dari Pegulat Veteran Jatim
“Kamu harus bermain guard melawannya. Tidak ada petarung di divisi ini yang memiliki kemampuan guard sebaik saya,” kata Danis dengan penuh percaya diri.
Ia bahkan menyebut hanya Reinier de Ridder, juara asal Belanda dan ahli jiu-jitsu, yang punya peluang menghadapi Chimaev. Namun, Danis menilai dirinya tetap lebih unggul.
“Itu akan jadi pertarungan mudah bagi saya. Saya akan membuatnya menyerah dengan cepat,” ujarnya yakin.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025 Jadi Model Seleksi dan Pembinaan Atlet Nasional
Dillon Danis menunjukkan dominasi luar biasa dalam laga terakhirnya, di mana ia hanya membutuhkan 15 detik untuk mengalahkan Warren Spencer.
Setelah kemenangan itu, Danis mengaku sangat bersemangat untuk kembali naik ring.
“Saya lapar untuk bertarung. Saya siap, saya tidak cedera, dan saya ingin segera menghadapi siapa pun,” katanya.
Baca Juga: PON Bela Diri 2025: Jawa Barat Sementara Dominan, Baru Enam Provinsi Raih Emas