biomekanika

Plantar Fasciitis: Mampukah Penderita Tetap Jadi Atlet?

Jumat, 6 Juni 2025 | 23:56 WIB
Ilustrasi plantar fasciitis pada atlet, apakah menghalangi bisa berprestasi?

SportlinkNews - Nyeri tumit akibat plantar fasciitis kerap menjadi momok bagi banyak atlet, khususnya pelari dan olahraga yang sering kali melakukan lompatan.

Namun, apakah kondisi ini benar-benar menghalangi seseorang untuk berkarier di dunia olahraga profesional?

Jawabannya: tidak selalu. Meskipun plantar fasciitis bisa menjadi tantangan serius, kondisi ini bukanlah vonis akhir bagi masa depan seorang atlet.

Pasalnya, dengan penanganan yang tepat, banyak atlet mampu kembali ke performa terbaik mereka.

Baca Juga: Pamit dari Persib Bandung, Tyronne del Pino Kenang Musim Bersejarah

Plantar fasciitis sendiri terjadi akibat peradangan pada jaringan tebal (plantar fascia) yang menghubungkan tumit ke jari-jari kaki.

Rasa sakitnya sering muncul tajam di pagi hari atau setelah lama duduk, dan bisa sangat mengganggu aktivitas seperti berlari, melompat, atau bahkan berdiri dalam waktu lama.

Dalam dunia olahraga, kondisi ini sering menyerang pelari, penari balet, pemain basket/voli, hingga atlet aerobik. Ketegangan berulang dan tekanan berlebih menjadi pemicu utama. 

Tak hanya itu, faktor lain seperti bentuk telapak kaki yang tidak ideal, kelebihan berat badan, hingga sepatu yang kurang mendukung bisa memperburuk keadaan.

Baca Juga: Melaju ke Semifinal, Dua Ganda Putra Berpeluang Ciptakan All Indonesian Gim di Final Indonesia Open 2025

Meskipun menyakitkan, plantar fasciitis tidak otomatis menjadi alasan atlet jadi tidak berprestasi. Kuncinya terletak pada manajemen yang tepat dan pemahaman akan batas tubuh. 

Atlet yang mengalami kondisi ini disarankan untuk:

1. Konsultasi dengan dokter atau fisioterapis guna memastikan diagnosis dan mendapatkan rencana perawatan yang sesuai.

2. Perawatan konservatif, seperti istirahat, kompres es, serta peregangan otot betis dan telapak kaki.

Baca Juga: Jay Idzes Dipuji Pelatih China, Masa Depan Timnas Indonesia Dinilai Cerah

3. Modifikasi latihan, menghindari aktivitas berdampak tinggi, seperti lari jarak jauh atau lompatan intens.

4. Menggunakan alat bantu seperti ortotik (penyangga kaki) untuk mengurangi tekanan di area nyeri.

5. Dalam kasus berat, operasi bisa menjadi pilihan terakhir untuk memperbaiki jaringan plantar yang rusak.

Baca Juga: Tiga Wakil Tersingkir, Asa Juara Indonesia Open 2026 Kini Ada di Tangan Ganda Putra

Terpenting adalah jangan menyepelekan gejala. Karena bila dipaksa terus tanpa perawatan, plantar fasciitis bisa menimbulkan gangguan sekunder seperti cedera pada lutut, pinggul, atau bahkan punggung.”

Peregangan rutin, penguatan otot, pemilihan alas kaki yang tepat, serta pemantauan intensif terhadap kondisi kaki menjadi bagian penting dari rutinitas atlet profesional yang pernah atau sedang menghadapi plantar fasciitis.

Tags

Terkini

Otot Jeram Setelah Olahraga? Begini Penjelasan Medisnya

Minggu, 21 September 2025 | 22:56 WIB