Aaron/Khai Xing Tersingkir, Herry IP Kritik Keputusan Wasit di Malaysia Masters

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Jumat, 23 Mei 2025 | 18:30 WIB
Herry IP kritik keputusan wasit usai Aaron/Khai Xing tersingkir dari Malaysia Masters 2025 akibat keputusan kontroversial. (X.COM/BADMINTONLIVE1)
Herry IP kritik keputusan wasit usai Aaron/Khai Xing tersingkir dari Malaysia Masters 2025 akibat keputusan kontroversial. (X.COM/BADMINTONLIVE1)

SportlinkNews - Pelatih bulu tangkis senior Herry Iman Pierngadi angkat suara terkait sejumlah keputusan kontroversial wasit yang dinilai merugikan pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Tai/Kang Khai Xing, dalam pertandingan babak 16 besar Malaysia Masters 2025.

Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (22/5/2025) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, mempertemukan Aaron/Khai Xing dengan ganda Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard.

Laga berlangsung ketat, namun diwarnai keputusan-keputusan yang menuai protes, terutama dari Herry IP, pelatih yang mendampingi pasangan muda Malaysia itu.

Baca Juga: Head to Head Persib Bandung vs Persis Solo, Maung Bandung tetap Incar Kemenangan di GBLA

Wasit pertandingan, Peter Meszaros asal Swiss, dinilai membuat beberapa keputusan janggal, termasuk pada momen krusial gim ketiga saat Aaron/Khai Xing tertinggal 12-14.

Sebuah smes dari Kjaer yang melebar justru dinyatakan fault, karena dianggap mengenai telinga Aaron Tai.

Akibatnya, poin yang seharusnya milik pasangan Malaysia justru diberikan kepada lawan, mengubah skor menjadi 13-15 dan memicu ketegangan di kubu tuan rumah.

Baca Juga: Madura United FC Pertahankan Iran Junior dan Pedro Monteiro untuk Musim Depan

Aaron/Khai Xing pun kalah dengan skor 10-21, 26-24, dan 16-21.

“Kami bisa menerima kekalahan, tetapi bukan dengan cara seperti ini,” tegas Herry IP, seperti dikutip dari New Straits Times.

Ia menilai keputusan wasit tidak adil dan sangat merugikan anak asuhnya.

Baca Juga: Duel Semen Padang FC vs Arema FC Penentu Nasib Kabau Sirah di Liga 1

Herry menjelaskan, setidaknya ada tiga keputusan yang menurutnya keliru.

Pertama, bola yang keluar dinyatakan masuk. Kedua, bola yang masuk justru dianggap keluar.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: New Straits Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X