Meski menang straight game, laga berjalan tidak mudah. Reli-reli panjang dan pertahanan solid lawan membuat duel berlangsung dalam tempo tinggi.
Fajar mengakui kondisi lapangan turut memengaruhi jalannya pertandingan. Laju shuttlecock terasa lebih berat dibandingkan laga sebelumnya, membuat beberapa serangan keras mereka mampu dikembalikan lawan.
Untungnya, Fajar/Fikri tetap mampu menjaga fokus hingga poin-poin akhir. "Alhamdulillah bisa menang dan yang terpenting tanpa cedera," ujar Fajar
Baca Juga: Jelang Duel Persib vs Persija, Bojan Hodak Santai: Saya Tidak Perlu Memotivasi Mereka
"Permainan hari ini tidak mudah dan kami harus mengeluarkan kemampuan terbaik. Kondisi shuttlecock juga terasa berbeda, beberapa smash bisa dikembalikan lawan," tambahnya.
Fikri menambahkan, daya juang pasangan Taipei tersebut patut diwaspadai. Karena meski tertinggal poin, lawan terus mencoba mengejar dan memaksa mereka bermain disiplin hingga akhir gim.
"Mereka bermain sangat bagus dan punya semangat juang tinggi. Polanya juga berbeda dibanding pertemuan sebelumnya di Australian Open," kata Fikri.
Baca Juga: Liverpool Jalin Kemitraan dengan Tommy Hilfiger, Kolaborasi Apik Pertama di Dunia Sepak Bola
Pada babak perempat final, Fajar/Fikri akan menghadapi unggulan ketiga asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Duel tersebut menjadi kesempatan bagi pasangan Indonesia untuk membalas kekalahan yang mereka alami dari pasangan India itu pada ajang World Tour Finals bulan lalu.
Sementara itu, ganda lainnya, Sabar/Reza harus bekerja lebih keras untuk mengamankan tiket perempat final.
Baca Juga: Bonus Emas (Tunggal) SEA Games 2025 Naik Dua Kali Lipat, Tertinggi Sepanjang Masa
Menghadapi pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, unggulan kedelapan itu menang melalui pertarungan tiga gim 21-10, 14-21, 21-19.
Sabar mengatakan bila laga itu sarat tekanan, terutama ketika lawan mengubah pola permainan dan mencoba memengaruhi mental lewat psy war.
Setelah kehilangan gim kedua, Sabar/Reza berusaha menjaga fokus dan tempo permainan di gim penentuan.
Baca Juga: Ramon Bueno Resmi Kenakan Jersey Persita di Putaran Kedua Super League 2025/26
"Bukan pertandingan yang mudah. Mereka mengubah pola dan melakukan psy war. Di gim ketiga kami berusaha terus menjaga fokus dan tempo, alhamdulillah bisa menang," ujar Sabar.
Reza menambahkan, instruksi pelatih untuk menahan tempo dan tidak terpancing adu cepat menjadi kunci di gim ketiga.
Dengan menurunkan bola lebih dulu, mereka mampu meredam agresivitas pasangan Korea yang dikenal memiliki pertahanan dan serangan solid.
Baca Juga: Tanpa Jokic, Nuggets Diuji: Bertahan atau Kehilangan Arah
Di perempat final, Sabar/Reza akan mendapat tantangan berat dengan menghadapi unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ini adalah pertemuan mereka kesekian setelah SEA Games lalu.
"Pasti tidak mudah karena main di kandang mereka. Kami fokus menjaga kondisi dan ingin memberikan hasil terbaik," ujar Reza.
Jika Fajar/Fikri dan Sabar/Reza sama-sama mampu melewati babak perempat final, Indonesia berpeluang memastikan satu tempat di partai final ganda putra Malaysia Open 2026 melalui pertemuan sesama wakil Merah Putih di semifinal.
Artikel Terkait
Putri Kusuma Wardani Jaga Asa Tunggal Putri Indonesia di Malaysia Open 2026
Melaju ke Babak Kedua Malaysia Open 2026, Jonatan Christie Dapat Suntikan Kepercayaan Diri
Marwan/Aisyah Tersingkir, Habis Sudah Wakil Ganda Campuran Indonesia di Malaysia Open 2026
Dari Luka SEA Games, Ana/Trias Bangkit di Malaysia Open 2026 dan Tumbangkan Unggulan Kedua
Tren Positif Sektor Tunggal Indonesia di Malaysia Open 2026 Berlanjut