SportlinkNews - Langkah pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus terhenti lebih awal di ajang Badminton Asia Championship 2026.
Tampil di Ningbo, China, Rabu, 8 April 2026, keduanya belum mampu melewati hadangan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Dalam duel yang berlangsung ketat, Raymond/Joaquin sebenarnya sempat membuka asa usai merebut gim pertama dengan skor meyakinkan 21-11.
Baca Juga: Luis Enrique Tolak Label Favorit PSG Jelang Bentrok Kontra Liverpool
Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan. Mereka kehilangan ritme di dua gim berikutnya dan akhirnya menyerah 15-21, 23-25.
Kekalahan ini memberikan gambaran bahwa pasangan muda tersebut masih perlu meningkatkan stabilitas permainan, terutama saat memasuki poin krusial. Meski secara performa tidak buruk, efektivitas dalam penyelesaian akhir masih jadi catatan.
Raymond mengungkapkan bahwa tekanan di poin-poin penentuan menjadi kendala utama. Terlalu sering mengangkat bola membuat mereka berada dalam posisi bertahan dan memberi ruang bagi lawan untuk mendominasi serangan.
Baca Juga: Flick Minta Barcelona Lupakan Kemenangan atas Atletico Madrid
Ia juga mengakui bahwa strategi awal sempat meleset karena lawan justru mengubah tempo permainan.
"Di awal pertandingan, kami mengantisipasi lawan akan banyak menyerang, namun pada gim pertama mereka justru memperlambat tempo dan bermain satu-satu," tukasnya.
Di sisi lain, Joaquin menilai duel berlangsung sangat ketat, terutama di gim penentuan.
Baca Juga: Vincent Kompany Minta Bayern Munchen Jaga Momentum
Meski sempat bersaing poin demi poin, mereka tidak pernah benar-benar berada di posisi unggul saat momen kritis. Selain faktor keberuntungan, ia menyoroti masih kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan.
"Di poin akhir itu pun ada faktor keberuntungan juga. Tapi, kami juga banyak angkat bola, sehingga kans lawan untuk menyerang kami lebih besar," tambahnya.
Di laga ini, lawan dinilai tampil lebih solid, khususnya dalam permainan cepat dan pertahanan. Keunggulan di bola-bola drive serta kemampuan menutup area depan lapangan membuat tekanan terus mengalir ke kubu Indonesia.
Artikel Terkait
Underperform di All England, Sabar/Reza Diminta Wajib Bangkit di BAC 2026
BAC 2026: Thalita Gugur, Harapan Indonesia Kini di Tangan Putri
BAC 2026: Bangkit dari Tekanan, Jafar/Felisha dan Amri/Nita Lolos, Dua Pasangan Gugur
Putri Kusuma & Jonatan Christie Lolos Babak Kedua Badminton Asia 2026
Febriana/Meilysa Langsung Pulang, Kandas dari Unggulan Pertama Badminton Asia 2026