BAC 2026: Thalita Gugur, Harapan Indonesia Kini di Tangan Putri

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 8 April 2026 | 00:38 WIB
Putri Kusuma Wardani jadi wakil pertama Indonesia yang sukses menembus semifinal Swiss Open 2026, 13 Maret 2026 di Basel.  (PBSI)
Putri Kusuma Wardani jadi wakil pertama Indonesia yang sukses menembus semifinal Swiss Open 2026, 13 Maret 2026 di Basel. (PBSI)

SportlinkNews - Putri Kusuma Wardani kembali memikul beban sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri babak utama Badminton Asia Championships 2026 yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center.

Situasi ini terjadi setelah langkah tunggal muda Thalita Ramadhani Wiryawan terhenti di babak kualifikasi kedua, Selasa, 7 April 2026.

Meski sempat membuka harapan dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Makau, Thalita gagal melanjutkan tren positif usai dikalahkan Lo Sin Yan Happy dua gim langsung 17-21, 12-21.

Baca Juga: ASEAN Futsal Championship 2026: Souto Tuntut Perbaikan, Indonesia Incar Performa Lebih Solid Lawan Australia

Thalita mengakui penampilannya belum optimal, terutama karena banyak melakukan kesalahan sendiri yang memberi keuntungan bagi lawan. Selain itu, ia juga kesulitan menembus pertahanan rapat yang diperagakan lawannya.

"Saya banyak melakukan eror dan kurang tahan. Lawan juga punya bola atas yang bagus dan pertahanannya rapat," katanya.

Ia menambahkan bahwa aspek fisik menjadi catatan utama yang harus segera dibenahi agar mampu bersaing di level lebih tinggi ke depannya.

Baca Juga: Perempat Final Memanas, Arsenal Tantang Benteng Kuat Sporting

Dengan tersingkirnya Thalita, harapan Indonesia kini sepenuhnya bertumpu pada Putri. Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu dijadwalkan memulai perjuangannya pada babak utama, Rabu, 8 April 2026, menghadapi pemenang kualifikasi, Prakriti Bharatha.

Putri sendiri mematok target tinggi untuk bisa menembus podium pada Kejuaraan Asia 2026. Ambisi tersebut sekaligus menjadi ujian mental agar ia mampu tampil lebih fokus di setiap pertandingan.

"Targetnya tentu bisa naik podium. Kalau melihat bagan, insyaallah saya bisa sampai semifinal," ujarnya.

Baca Juga: Misi Putus Kutukan Bernabeu, Bayern Siap Hadapi Mental Juara Madrid

Putri juga menyadari bahwa peta persaingan di sektor tunggal putri saat ini masih didominasi oleh pemain-pemain tangguh asal Asia.

Dominasi tersebut diakuinya menjadi tantangan besar, bahkan lebih berat dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

Pengalaman kurang maksimal saat tampil di Swiss Open pun menjadi bahan evaluasi penting bagi atlet kelahiran Tangerang tersebut.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X