Indonesia Turunkan Sembilan Wakil di Singapore Open 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB
Setelah tersingkir di Malaysia Masters 2026, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie langsung alihkan fokus ke Singapore Open 2026, 26-31 Mei mendatang.  (PBSI)
Setelah tersingkir di Malaysia Masters 2026, tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie langsung alihkan fokus ke Singapore Open 2026, 26-31 Mei mendatang. (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia menurunkan sembilan wakil untuk menghadapi persaingan di Singapore Open 2026 yang akan berlangsung pada 26-31 Mei mendatang.

Komposisi skuad Merah Putih kali ini didominasi sektor ganda putra, sementara sejumlah sektor lainnya hanya diwakili satu andalan.

Di sektor tunggal putra, Indonesia mengandalkan Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Jonatan datang ke Singapura dengan fokus memperbaiki adaptasi permainan usai tersingkir di perempat final Malaysia Masters 2026.

Baca Juga: Juventus Incar Pemain Keturunan Indonesia untuk Menambah Kreativitas

Pebulu tangkis peringkat atas Indonesia itu menilai faktor kondisi arena dan karakter shuttlecock akan sangat menentukan performa sepanjang turnamen.

Menurutnya, perubahan situasi lapangan di setiap ajang membuat pemain harus cepat menyesuaikan diri.

"Tiap turnamen setiap harinya akan berjalan berbeda. Di Singapura maupun di Indonesia, memiliki karakteristik lapangan dan shuttlecock. Adaptasi terhadap kondisi lapangan serta shuttlecock menjadi aspek penting yang harus diperhatikan," tutur Jonatan. 

Baca Juga: Hasil Super League: Bali United FC Menang Tipis atas Dewa United Banten FC

Sementara itu, sektor ganda putra menjadi penyumbang wakil terbanyak dengan tiga pasangan. Mereka adalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Khusus Fajar/Fikri, persiapan dilakukan dengan perhatian besar terhadap kondisi lapangan yang dikenal cukup berangin di Singapura.

Mereka mulai membiasakan diri menggunakan shuttlecock dengan laju lebih cepat saat latihan di Pelatnas PBSI Cipayung.

Baca Juga: Hasil Super League: Arema FC Bungkam PSIM di Kanjuruhan 3-1

"Di sana kondisi lapangan cukup berangin, jadi kami sudah mempersiapkan dengan shuttlecock yang lumayan kencang juga di sini. Ini berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya," kata Fajar.

Pasangan tersebut memang sengaja mengatur ulang jadwal turnamen agar kondisi fisik tetap berada di level terbaik untuk rangkaian turnamen besar Asia.

Fajar menyebut keputusan melewatkan Malaysia Masters menjadi bagian dari strategi menjaga performa menjelang Singapore Open, Indonesia Open, hingga Australia Open.

Baca Juga: Dewa United Bidik Kemenangan dari Bali United FC tapi Itu Tidak Mudah

"Kami memang fokuskan untuk turnamen Singapore yang memang wajib ikut karena committed player, dan Indonesia Open. Kami mencoba mengganti Malaysia Masters dengan Australia Open," jelas Fajar.

Selain itu, ia mengakui pengelolaan stamina menjadi aspek penting di tengah jadwal padat yang harus mereka jalani dalam waktu berdekatan.

"Peak performance-nya kami memang disiapkan untuk turnamen-turnamen itu. Jadi harus pintar memilih turnamen supaya kondisi tetap stabil," tegasnya kemudian.

Baca Juga: Striker PSIM Deri Corfe Bertekad Menutup Musim dengan Hasil Manis

Pada sektor tunggal putri, Indonesia hanya meloloskan Putri Kusuma Wardani. Sementara di ganda putri, pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ini.

Adapun sektor ganda campuran akan diperkuat dua pasangan non-pelatnas, yakni Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X