bulutangkis

Empat Tahun Tanpa Gelar, Indonesia Berburu Kebangkitan di Istora

Senin, 1 Juni 2026 | 21:51 WIB
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menegaskan lebih memilih memilih pendekatan yang lebih realistis. Alih-alih membebani atlet dengan target juara, fokus utama memastikan pemain tampil maksimal. (PBSI)

SportlinkNews - Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi para pemain terbaik dunia.

Turnamen bulu tangkis paling bergengsi di Tanah Air itu juga menjadi momentum penting bagi atlet Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar di hadapan publik sendiri.

Sejak pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi juara pada edisi 2021 di Bali, belum ada lagi wakil Merah Putih yang mampu mengangkat trofi Indonesia Open.

Baca Juga: Debut Bersejarah! Timnas Indonesia Raih Runner-Up Piala Dunia IFA7 2026 usai Ditundukkan Honduras

Musim lalu, harapan sempat muncul melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang melaju hingga semifinal sebelum dihentikan wakil Korea Selatan.

Menghadapi edisi 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni, PBSI memilih pendekatan yang lebih realistis.

Alih-alih membebani atlet dengan target juara, fokus utama adalah memastikan seluruh pemain tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Baca Juga: Laporan Lotito Menolak Tawaran Rp 7,5 Triliun untuk Beli Lazio

Ketua Umum PBSI Fadil Imran menegaskan bahwa hasil bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana para atlet mampu menunjukkan kualitas terbaik serta semangat juang sepanjang turnamen.

"PBSI tidak ingin membebani atlet dengan target yang berlebihan. Kami ingin mereka tampil maksimal, berjuang hingga poin terakhir, dan menunjukkan karakter juara yang dimiliki atlet Indonesia," ungkap Fadil dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.

Ia menilai persaingan bulu tangkis dunia saat ini semakin ketat dan merata. Karena itu, peluang meraih gelar tidak hanya ditentukan oleh status unggulan atau nama besar seorang pemain.

Baca Juga: Aurelien Tchouameni Buka Suara Soal Pertikaiannya dengan Fede Valverde, Menyangkal Pukulan

Menurut Fadil, kesiapan teknik, kondisi fisik, dan kekuatan mental menjadi faktor utama yang akan menentukan siapa yang mampu bertahan hingga akhir turnamen.

PBSI pun berfokus membantu para atlet mencapai performa terbaik menjelang Indonesia Open.

Tags

Terkini