bulutangkis

Indonesia Gagal Pertahankan Dominasi Ganda di Australia Open 2026, Berakhir Runner-Up

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:34 WIB
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi gagal mempertahankan dominasi Indonesia di sektor ganda putra Australia Open 2026. Mereka berakhir menjadi runner-up.

SportlinkNews - Indonesia gagal mengulang dominasi di sektor ganda pada Australia Open 2026.

Setelah tahun lalu mampu membawa pulang gelar dari nomor ganda putra dan ganda putri, kali ini dua pasangan Merah Putih harus menghentikan langkah di ambang podium tertinggi dan pulang dengan status runner-up.

Di Quaycentre Olympic Boulevard, Sydney, Minggu, 14 Juni 2026, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sama-sama berjuang hingga partai puncak.

Baca Juga: Tampil Apik, Pembalap Indonesia Aldi Mahendra Finis Ketiga WorldSSP di Misano

Namun, keduanya belum berhasil menuntaskan misi mempertahankan tradisi juara Indonesia pada sektor ganda.

Harapan pertama datang dari Sabar/Reza yang menghadapi pasangan unggulan keempat asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi.

Sepanjang pertandingan, pasangan Indonesia kesulitan menemukan ritme permainan terbaik dan akhirnya menyerah dalam dua gim langsung, 15-21, 19-21.

Baca Juga: Jalen Brunson: Pelukan untuk Ayah, MVP Final untuk Sejarah Knicks

Sejak awal laga, Chen/Liu tampil lebih konsisten dalam menjaga reli-reli panjang.

Upaya Sabar/Reza untuk menekan melalui permainan cepat beberapa kali mampu menghasilkan poin, tetapi lawan selalu memiliki jawaban untuk meredam momentum tersebut.

Reza mengungkapkan bahwa kondisi pertandingan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa mereka.

Baca Juga: Toyota Taklukkan BMW dan Cadillac di Le Mans 24H, Unggul dengan Gap 11 Detik

Karakter shuttlecock yang lebih berat dibandingkan saat tampil di Indonesia Open membuat pola permainan yang biasa mereka terapkan tidak berjalan maksimal.

"Kami cukup tertekan dengan pola permainan mereka. Mereka tidak gampang mati dan itu membuat kami sempat kehilangan fokus," kata Reza.

Sabar juga mengakui pasangan China tampil lebih rapi dan disiplin, terutama saat bertahan. Menurutnya, rapatnya pertahanan lawan membuat mereka kesulitan mencari celah untuk menghasilkan poin-poin cepat.

Baca Juga: Brunson Lengkapi Hat-trick Gelar di Texas dengan Mahkota NBA

Meski gagal meraih gelar, hasil di Sydney tetap menjadi pencapaian penting bagi pasangan non-pelatnas tersebut.

Runner-up Australia Open menjadi prestasi terbaik Sabar/Reza sepanjang musim 2026 sekaligus melampaui capaian semifinal yang mereka raih pada Indonesia Open beberapa pekan lalu.

Sementara itu, peluang Indonesia dari sektor ganda putri juga kandas di partai final. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dengan skor 22-24, 13-21.

Baca Juga: AC Milan Luncurkan Jersey Kandang Terbarunya dengan Sentuhan Teknologi Terbaru Puma

Laga sebenarnya sempat berjalan sesuai rencana pasangan Indonesia. Febriana/Trias mampu mengimbangi permainan lawan dan bahkan berada dalam posisi yang menguntungkan pada sejumlah momen penting di gim pertama.

Namun, kegagalan memanfaatkan peluang saat memasuki fase krusial membuat keunggulan yang sudah berada di depan mata terlepas.

Setelah berhasil mencuri gim pembuka, pasangan China tampil semakin percaya diri. Sebaliknya, Febriana/Trias kesulitan menjaga konsistensi permainan pada gim kedua hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.

Baca Juga: Brunson Antar Knicks Akhiri Puasa Gelar 53 Tahun, Juara NBA 2026.

"Dari awal sebenarnya kami sudah memegang permainan, tetapi pada poin-poin kritis kami kurang tenang dan terlalu terburu-buru ketika unggul," tutur Febriana.

Walau belum mampu mengangkat trofi, Trias memilih melihat hasil tersebut dari sisi positif.

Menurutnya, pengalaman menembus final turnamen level Super 500 menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan yang lebih berat pada turnamen-turnamen berikutnya.

Halaman:

Tags

Terkini