SportlinkNews - Tim bulu tangkis junior Indonesia langsung dihadapkan pada tantangan berat pada hari pertama Kejuaraan Asia Junior (Beregu) 2026.
Korea Selatan menjadi lawan pembuka yang harus ditaklukkan Garuda Muda di Grup D, Jumat, 26 Juni 2026, di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang.
Laga ini dipandang sebagai titik krusial dalam perjalanan Indonesia menuju fase gugur.
Baca Juga: Kompetisi LaLiga Disaksikan Langsung 17,5 Juta Penonton di Stadion Selama Musim 2025/26
Pasalnya, setelah menghadapi Korea Selatan, skuad Merah Putih masih harus meladeni perlawanan Macau, China dan Malaysia yang juga memiliki kekuatan kompetitif di level junior Asia.
Manajer tim Indonesia, Eskar Denatara, menilai duel melawan Korea Selatan akan menjadi tolok ukur awal kesiapan tim.
Menurutnya, kedua negara sama-sama memiliki tradisi kuat dalam pembinaan pemain muda sehingga pertandingan dipastikan berlangsung ketat sejak awal.
Baca Juga: Martin Dubravka Resmi Dipinang Tottenham Hotspur untuk Liga Primer 2026/27
"Para atlet sudah memahami sejak awal bahwa mereka menghadapi lawan yang kualitasnya sangat baik. Karena itu kami menyiapkan aspek fisik, mental, hingga strategi pertandingan seoptimal mungkin," ungkap Eskar.
Kontingen Indonesia tiba di Jepang pada Rabu, 24 Juni kemarin, setelah menempuh perjalanan panjang. Setibanya di Yatsushiro, para pemain langsung menjalani program pemulihan dan adaptasi kondisi.
Eskar menyebut kebugaran tim terus membaik dan kini berada di kisaran 90 persen. Ia juga melihat atmosfer di dalam tim tetap positif meski para pemain memikul target besar untuk memperbaiki hasil edisi sebelumnya.
Baca Juga: Pertahanan Solid Jadi Kunci Afrika Selatan Redam Korea Selatan
"Anak-anak dalam kondisi sehat dan suasana tim sangat baik. Yang penting mereka menikmati proses latihan dan adaptasi di sini. Semoga saat bertanding nanti semua sudah berada pada kondisi terbaik," katanya.
Target Bangkit
Kapten tim Indonesia, Muhammad Rizki Mubarrok, menegaskan optimisme skuad untuk mencatat hasil lebih baik dibanding Kejuaraan Asia Junior tahun lalu.
Pada nomor beregu campuran edisi sebelumnya, Indonesia hanya finis di kelompok peringkat 5-8 bersama India, Hong Kong, dan Malaysia.
Baca Juga: Rivaldo Takjub Lihat Konsistensi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Barrok, sapaan akrab Rizki, mengatakan persiapan tim berjalan sesuai rencana, mulai dari latihan fisik, penguatan teknik, hingga penyesuaian dengan kondisi arena Yatsushiro City General Gymnasium.
"Lapangan memang sedikit silau dan ada angin yang membuat laju shuttlecock berubah-ubah. Kami harus cepat beradaptasi agar tidak kehilangan fokus saat pertandingan," ujarnya.
Kejuaraan Asia Junior 2026 kembali menggunakan format relay point yang menuntut setiap pemain langsung tampil agresif sejak memasuki lapangan.
Baca Juga: Simpan Son Heung-min Sejak Awal, Taktik Hong Myung-bo Justru Bawa Petaka bagi Korsel
Menurut Barrok, pengalaman tampil dengan sistem serupa pada edisi sebelumnya menjadi modal penting bagi tim.
"Pertandingannya berlangsung cepat dengan gim-gim pendek. Tidak ada waktu untuk mencari ritme permainan, jadi pemain harus langsung siap sejak poin pertama," tukas spesialis ganda tersebut.