Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung atau usus, yang pada gilirannya dapat menyebabkan rasa sakit.
Baca Juga: Pasar Pembalap Formula 1: Dari Audi yang Agresif Hingga Mercedes yang Tetap Tenang
Selain itu, teknik bernapas yang salah saat melakukan olahraga juga dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada perut.
4. Sindrom Usus Besar
Sindrom usus besar adalah gangguan pencernaan yang umum, yang dapat menyebabkan gejala seperti nyeri perut, kram, diare, atau sembelit.
Beberapa orang mungkin mengalami gejala ini saat berolahraga, terutama jika mereka memiliki sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu atau mengalami stres.
Baca Juga: BCL Asia 2024: Prawira Harum Bandung Bungkam Hong Kong Eastern
5. Kram Otot
Kram otot adalah kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkendali, yang dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.
Kram otot perut bisa terjadi saat berolahraga, terutama jika kita tidak melakukan pemanasan yang cukup atau jika kita memiliki kekurangan mineral seperti magnesium atau potassium.
6. Gas
Gas dalam saluran pencernaan dapat menyebabkan perut terasa kembung dan sakit saat berolahraga.
Baca Juga: BCL Asia 2024: Pelita Jaya Amankan Satu Kemenangan di Ronde 2
Hal ini dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang menghasilkan gas, seperti kacang-kacangan, sayuran cruciferous (seperti brokoli dan kembang kol), atau minuman berkarbonasi.
7. Sindrom Otot Perut Atlet
Sindrom otot perut atlet adalah kondisi di mana otot-otot perut tegang atau tertarik selama atau setelah berolahraga.
Ini dapat terjadi akibat latihan yang berlebihan, gerakan yang salah, atau kelelahan otot.
Baca Juga: Jelang MotoGP Spanyol: Mungkinkah Pedro Acosta Menuliskan Kemenangannya di Sirkuit Jerez?
Gejalanya dapat mencakup rasa sakit atau ketegangan di perut, dan dalam kasus yang lebih parah, mungkin memerlukan perawatan medis.