SportlinkNews - Kesemutan saat olahraga adalah keluhan umum yang sering dirasakan banyak orang, terutama bagi mereka yang jarang melakukan aktivitas fisik.
Namun, meski sering dianggap sepele, nyatanya kesemutan bisa menjadi pertanda adanya cedera atau gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah parestesia, yaitu sensasi geli, tertusuk, atau perih yang biasanya muncul di tangan, kaki, atau lengan.
Kondisi ini sering kali terjadi karena tekanan berlebih pada saraf, terutama saat otot berkontraksi secara intens akibat olahraga.
Baca Juga: Jay Idzes: Tak Gentar Usai Dibekuk Jepang, Timnas Siap Bangkit Hadapi Putaran Empat
"Biasanya kesemutan bersifat sementara dan hilang dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat atau posisi tubuh diperbaiki," jelas seorang praktisi kesehatan olahraga, dr. Kevin Adrian.
Namun, jika kesemutan terus terjadi, berlangsung lama, atau menyebabkan mati rasa, kondisi ini patut diwaspadai.
Ada beberapa penyebab serius dari kesemutan yang berkepanjangan, yakni:
1. Cedera saraf akibat trauma olahraga
2. Saraf terjepit (seperti sciatica)
3. Radikulopati (iritasi atau peradangan akar saraf)
4. Sindrom kompartemen
Baca Juga: Dilema AFC: Pilih Tuan Rumah Putaran Empat Sesuai Peringkat atau Tempat Netral?
5. Neuropati perifer akibat diabetes atau defisiensi vitamin B12
6. Penyakit autoimun, gagal ginjal, hipotiroidisme, hingga gangguan neurologis seperti multiple sclerosis
Lalu bagaimana langkah pencegahan kesemutan saat berolahraga? Pertama yang harus dipahami adalah penting untuk melakukan pemanasan dan peregangan secara menyeluruh.
Hindari langsung melakukan gerakan berat, dan berikan jeda istirahat yang cukup di antara sesi latihan.
Baca Juga: Putaran Empat Kualifikasi Piala Dunia 2026: Calon Lawan Indonesia antara Qatar, Irak, dan UEA
Beberapa tips sederhana untuk mencegah dan meredakan kesemutan:
- Ubah posisi tubuh secara berkala agar sirkulasi darah tetap lancar.
- Lakukan peregangan ringan pada tangan dan kaki jika mulai terasa kesemutan.
- Kompres hangat atau dingin pada area yang terkena untuk meredakan nyeri dan menenangkan saraf.
- Goyangkan kaki atau tangan yang kesemutan untuk melancarkan aliran darah.
- Rendam kaki dengan air hangat untuk relaksasi, terutama jika Anda memiliki riwayat neuropati.
- Cukupi istirahat, terutama jika saraf mengalami tekanan berlebih.
Bagaimana gejala yang harus diwaspadai? Kesemutan seringnya terjadi secara tiba-tiba. Tapi bila kesemutan berlangsung lama, atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri, kelemahan otot, gangguan gerak, atau masalah penglihatan, perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
Baca Juga: Kemenangan Terakhir! Wang Yudong Selamatkan China dari Juru Kunci Usai Tekuk Bahrain
Diagnosis penyebabnya bisa memerlukan pemeriksaan seperti MRI, EMG, hingga tes darah untuk menilai kadar vitamin dan hormon tiroid.
"Kesemutan memang sering tidak dianggap serius, tetapi dalam beberapa kasus, bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan sistem saraf atau penyakit kronis," kata dr. Kevin Adrian kemudian.
Dengan mengenali penyebab dan melakukan langkah pencegahan, Anda bisa tetap berolahraga secara aman dan nyaman tanpa gangguan kesemutan yang mengganggu performa dan kesehatan tubuh Anda.
Artikel Terkait
Melampaui Dasar-Dasar: Kekuatan Pelatihan Kinerja Tinggi dalam Olahraga Elit
Apakah Benar Olahraga Mempengaruhi Libido? Ini Faktanya
Manfaat Kopi Americano untuk Diet dan Olahraga: Fakta dan Tips Konsumsi
Ilmu Olahraga, Bryson DeChambeau, dan Power Golf
Olahraga Dayung Menantang Sistem Kardiovaskular