Lelah Tak Kunjung Hilang? Waspadai Sindrom Kelelahan Kronis (ME/CFS)

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:26 WIB
Sering kelelahan meski sudah beristirahat, hati-hati terkena sindrom kelelahan kronis. (triumphphysio)
Sering kelelahan meski sudah beristirahat, hati-hati terkena sindrom kelelahan kronis. (triumphphysio)

SportlinkNews - Rasa letih setelah aktivitas padat adalah hal wajar.

Namun, bila tubuh tetap terasa lemas meski sudah tidur cukup dan beristirahat seharian, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sindrom kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome (ME/CFS).

ME/CFS bukan sekadar capek biasa. Penyakit kronis ini ditandai kelelahan berat yang berlangsung lebih dari enam bulan tanpa penyebab jelas dan tidak membaik dengan istirahat.

Baca Juga: Hasil Super League: Puasa Kemenangan Bali United Berlanjut, Persijap Sukses Curi Poin

Bahkan, pada sebagian penderita, bangun dari tempat tidur pun terasa seperti tugas berat. Kondisi ini dapat dialami orang dewasa maupun anak-anak.

Gejalanya beragam. Selain rasa lelah berkepanjangan, penderita kerap mengalami nyeri otot dan sendi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, hingga pusing saat berdiri akibat penurunan tekanan darah.

Tak sedikit pula yang merasakan pembengkakan kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, gangguan pencernaan, jantung berdebar, atau sensasi kesemutan.

Baca Juga: FFI Buka Bidding Tuan Rumah Futsal Super Cup 2026

Salah satu ciri khas ME/CFS adalah post-exertional malaise (PEM), yakni memburuknya gejala setelah aktivitas fisik maupun mental ringan.

Aktivitas sederhana seperti berjalan singkat atau bekerja di depan komputer dapat memicu kelelahan ekstrem yang berlangsung berhari-hari.

Hingga kini, penyebab pasti sindrom ini belum diketahui. Sejumlah faktor diduga berperan, mulai dari gangguan sistem imun, ketidakseimbangan hormon, riwayat infeksi virus atau bakteri, stres berat, hingga faktor genetik.

Baca Juga: Setiap Pertemuan Versus Real Madrid Jadi Pelajaran Berharga Manchester City

Perempuan dan individu usia muda hingga paruh baya dilaporkan lebih rentan mengalaminya.

Diagnosis ME/CFS tidak mudah karena tidak ada tes tunggal yang dapat memastikan kondisi ini.

Dokter biasanya akan menelusuri riwayat keluhan, melakukan pemeriksaan fisik, serta menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Baca Juga: Pistons Tumbangkan Cavaliers 122-119 Lewat OT, Rivalitas 55 Tahun Kembali Membara

Sayangnya, belum tersedia terapi yang benar-benar menyembuhkan ME/CFS.

Penanganan difokuskan pada pengendalian gejala dan peningkatan kualitas hidup. Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri, antidepresan, atau obat untuk membantu gangguan tidur dan tekanan darah.

Selain terapi medis, pendekatan psikologis seperti terapi kognitif perilaku sering dianjurkan untuk membantu pasien mengelola stres dan beban mental.

Baca Juga: KONI Pusat Finalisasi Skema PON 2028: Mempertandingkan 57 Cabang Olahraga, DKI Jakarta Resmi Jadi Penyangga

Aktivitas fisik ringan dengan metode graded exercise, dimulai dari intensitas rendah dan ditingkatkan bertahap, juga dapat membantu menjaga stamina, selama dilakukan sesuai rekomendasi tenaga medis.

Perubahan gaya hidup menjadi kunci penting. Mengatur pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari kafein dan alkohol berlebihan, berhenti merokok, serta mengelola stres dapat membantu meredakan gejala.

Jika kelelahan terus-menerus mengganggu aktivitas harian hingga produktivitas menurun, jangan abaikan.

Baca Juga: Tuntaskan Aklimatisasi, Tim Indonesia Siap Tempur di All England 2026

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: National Institute for Health and Care Excellence

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB
X