Usia Lanjut Tak Pengaruhi Pemulihan Neurologis Penderita Cedera Tulang Belakang

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 1 Januari 2026 | 21:43 WIB
Ilustrasi lansia yang sedang lakukan pemulihan cedera tulang belakang. (Pixabay)
Ilustrasi lansia yang sedang lakukan pemulihan cedera tulang belakang. (Pixabay)

SportlinkNews - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Neurology menyoroti bagaimana usia dapat memengaruhi pemulihan bagi penderita cedera tulang belakang. Penelitian ini membuka wawasan baru tentang perbedaan pemulihan neurologis dan fungsional di berbagai kelompok usia.

Chiara Pavese, MD, Ph.D., dari University of Pavia, Italia, menjelaskan bahwa jumlah penderita cedera tulang belakang meningkat seiring pertambahan populasi. Hal ini sekaligus menandai kenaikan rata-rata usia pasien.

"Dengan pertumbuhan populasi dan perbaikan dalam dunia medis, jumlah orang yang didiagnosis cedera tulang belakang meningkat, dan rata-rata usia saat cedera juga terus naik," kata Pavese dikutip Medical Express.

Baca Juga: MotoGP 2026: Jadwal Peluncuran Tim dan Uji Coba Pramusim Sebelum Balap Perdana di Buriram

Meski dunia medis dan bedah telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, tingkat pemulihan setelah cedera tulang belakang secara keseluruhan masih stagnan. Pavese menyatakan usia juga turut menjadi landasan untuk mengambil keputusan dalam metode untuk pemulihan cedera tulang belakang.

"Hasil penelitian ini bisa membantu para peneliti merancang studi yang disesuaikan berdasarkan usia untuk mengevaluasi terapi dan pendekatan baru bagi penderita cedera tulang belakang," ucapnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia yang lebih tua tidak berpengaruh terhadap pemulihan neurologis, termasuk kemampuan motorik dan sensorik. Dengan kata lain, kemampuan menggerakkan otot dan merespons sentuhan atau tusukan jarum relatif tidak terpengaruh usia.

Baca Juga: Perebutan Gelar Liga Primer Bukan Milik Manchester City dan Arsenal

Namun, ketika dilihat dari sisi fungsional, orang tua cenderung mengalami pemulihan lebih lambat. Hal ini mencakup kemampuan merawat diri sendiri, seperti makan, mandi, mengatur kandung kemih dan usus, serta bergerak secara mandiri.

Kemampuan berjalan juga menunjukkan perbedaan mencolok. Peserta yang lebih tua umumnya lebih lambat dalam tes kecepatan berjalan jarak pendek, baik dengan maupun tanpa alat bantu seperti tongkat, dibandingkan peserta muda.

Studi ini melibatkan 2.171 peserta dengan rata-rata usia 47 tahun yang dirawat di unit cedera tulang belakang dalam European Multicenter Study about Spinal Cord Injury. Selama satu tahun, para peserta menjalani pengujian rutin untuk menilai kemampuan motorik, sensorik, serta fungsional.

Baca Juga: Chelsea Resmi Depak Enzo Maresca

Para peneliti meneliti hubungan antara usia dan tingkat pemulihan selama satu tahun. Mereka ingin mengetahui apakah faktor usia memengaruhi kemampuan pasien dalam mengembalikan fungsi tubuh maupun kemandirian sehari-hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara usia dan pemulihan neurologis, termasuk kekuatan tubuh bagian atas dan bawah serta kemampuan merasakan sentuhan atau tusukan jarum.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Medical Xpress

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB
X