SportlinkNews - Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Neurology menyoroti bagaimana usia dapat memengaruhi pemulihan bagi penderita cedera tulang belakang. Penelitian ini membuka wawasan baru tentang perbedaan pemulihan neurologis dan fungsional di berbagai kelompok usia.
Chiara Pavese, MD, Ph.D., dari University of Pavia, Italia, menjelaskan bahwa jumlah penderita cedera tulang belakang meningkat seiring pertambahan populasi. Hal ini sekaligus menandai kenaikan rata-rata usia pasien.
"Dengan pertumbuhan populasi dan perbaikan dalam dunia medis, jumlah orang yang didiagnosis cedera tulang belakang meningkat, dan rata-rata usia saat cedera juga terus naik," kata Pavese dikutip Medical Express.
Baca Juga: MotoGP 2026: Jadwal Peluncuran Tim dan Uji Coba Pramusim Sebelum Balap Perdana di Buriram
Meski dunia medis dan bedah telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, tingkat pemulihan setelah cedera tulang belakang secara keseluruhan masih stagnan. Pavese menyatakan usia juga turut menjadi landasan untuk mengambil keputusan dalam metode untuk pemulihan cedera tulang belakang.
"Hasil penelitian ini bisa membantu para peneliti merancang studi yang disesuaikan berdasarkan usia untuk mengevaluasi terapi dan pendekatan baru bagi penderita cedera tulang belakang," ucapnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia yang lebih tua tidak berpengaruh terhadap pemulihan neurologis, termasuk kemampuan motorik dan sensorik. Dengan kata lain, kemampuan menggerakkan otot dan merespons sentuhan atau tusukan jarum relatif tidak terpengaruh usia.
Baca Juga: Perebutan Gelar Liga Primer Bukan Milik Manchester City dan Arsenal
Namun, ketika dilihat dari sisi fungsional, orang tua cenderung mengalami pemulihan lebih lambat. Hal ini mencakup kemampuan merawat diri sendiri, seperti makan, mandi, mengatur kandung kemih dan usus, serta bergerak secara mandiri.
Kemampuan berjalan juga menunjukkan perbedaan mencolok. Peserta yang lebih tua umumnya lebih lambat dalam tes kecepatan berjalan jarak pendek, baik dengan maupun tanpa alat bantu seperti tongkat, dibandingkan peserta muda.
Studi ini melibatkan 2.171 peserta dengan rata-rata usia 47 tahun yang dirawat di unit cedera tulang belakang dalam European Multicenter Study about Spinal Cord Injury. Selama satu tahun, para peserta menjalani pengujian rutin untuk menilai kemampuan motorik, sensorik, serta fungsional.
Baca Juga: Chelsea Resmi Depak Enzo Maresca
Para peneliti meneliti hubungan antara usia dan tingkat pemulihan selama satu tahun. Mereka ingin mengetahui apakah faktor usia memengaruhi kemampuan pasien dalam mengembalikan fungsi tubuh maupun kemandirian sehari-hari.
Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara usia dan pemulihan neurologis, termasuk kekuatan tubuh bagian atas dan bawah serta kemampuan merasakan sentuhan atau tusukan jarum.
Artikel Terkait
Mengatasi Kelainan Tulang Belakang dengan Olahraga, Solusi Sehat untuk Kesehatan Punggung
Rekomendasi dan Tips Olahraga untuk Lansia, Jaga Kesehatan di Usia Senja
Tahukah Anda 5 Manfaat Jalan Kaki Berdasarkan Sport Science
Meningkatkan Kinerja Atlet Dayung dengan Sport Science
Sport Science untuk Olahraga Motor