SportlinkNews - Leg day, atau hari latihan kaki, merupakan bagian penting dari program latihan untuk membangun kekuatan dan massa otot secara keseluruhan.
Namun, apakah benar jika latihan kaki dapat berpengaruh pada hormon testosteron?
Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang hal ini.
Baca Juga: Gary Neville Beralih Profesi Jadi Model, Wajah Baru Hawes & Curtis
Mitos atau Fakta?
Banyak orang percaya bahwa latihan kaki, terutama latihan beban yang melibatkan otot besar seperti quadriceps, hamstring, dan gluteus, dapat meningkatkan produksi hormon testosteron.
Testosteron adalah hormon yang penting untuk pembentukan otot dan juga memiliki peran dalam meningkatkan energi, mood, dan libido.
Namun, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara latihan kaki dan peningkatan kadar testosteron.
Baca Juga: PP Perbasi Tunjuk 24 Pemain yang akan Mengikuti Seleksi untuk Tim SEABA U-18
Meskipun latihan kaki dapat merangsang produksi hormon ini, peningkatan testosteron tidak terjadi secara signifikan setelah satu sesi latihan kaki.
Proses Hormonal saat Latihan Kaki
Saat Anda melakukan latihan kaki, terjadi sejumlah reaksi hormonal dalam tubuh Anda.
Salah satu hormon utama yang terlibat adalah hormon pertumbuhan (GH) dan insulin-like growth factor 1 (IGF-1), yang berperan dalam memperbaiki dan membangun jaringan otot.
Baca Juga: Media Vietnam Ikut Soroti Laga Timnas U-23 Indonesia Vs Guinea, Garuda Muda Punya Tantangan Berat
Selain itu, latihan kaki juga dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yang merupakan hormon stres.
Meskipun kadar kortisol meningkat selama latihan, ini biasanya kembali normal setelah latihan selesai dan tidak berdampak negatif pada pembentukan otot.