Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit.
Cara Mengatasinya:
Jadwalkan hari istirahat dalam rutinitas latihan Anda.
Baca Juga: Inter Milan dan TIM Jadi Mitra Resmi Inter Women dan Mitra Telekomunikasi Resmi Klub
Mengatur jadwal lari secara moderat dan seimbang dengan kegiatan lainnya dapat membantu tubuh pulih dengan optimal.
3. Masalah pada Jantung
Walaupun olahraga lari baik untuk kesehatan jantung, lari yang berlebihan justru bisa memberikan efek sebaliknya.
Baca Juga: Wojciech Szczesny Memulai Latihan Perdananya Bersama Skuad Barcelona
Olahraga yang terlalu intens dapat menyebabkan gangguan irama jantung atau dikenal sebagai aritmia.
Pada kasus yang lebih parah, bisa berujung pada kondisi yang disebut kardiomiopati, yakni melemahnya otot jantung akibat beban kerja yang terlalu berat.
Cara Mengatasinya:
Baca Juga: Striker Bali United FC Everton Nascimento Mulai Tunjukkan Kualitas Dirinya di Pekan Ketujuh Liga 1
Jika Anda merasa detak jantung tidak teratur atau merasa sesak napas setelah lari, segera berkonsultasi dengan dokter.
Pastikan Anda menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan kesehatan jantung tetap terjaga.
4. Kelelahan Kronis
Baca Juga: Madura United Tunjuk Pelatih Baru Asal Portugal Gantikan Widodo C Putro