In Memoriam IGK. Manila: Selamat Jalan Sahabat Senior

Suryansyah, Sportlink News
- Senin, 18 Agustus 2025 | 15:28 WIB
Tim rekonsialisasi FIFA dipimpin Agum Gumelar,  Manila (baju putih di tengah)
Tim rekonsialisasi FIFA dipimpin Agum Gumelar, Manila (baju putih di tengah)


M. Nigara
Wartawan Olahraga Senior

SportlinkNews - Sekali lagi, saya harus menuliskan perpisahan, sedih tapi pasti tak akan terhindarkan.

Sekali ini, IGK. Manila, seorang sahabat senior yang harus berpulang, tepat di saat bangsa kita merayakan Kemerdekaan RI ke-80.

Tak banyak orang seperti Pak Manila, meski berpangkat Mayor Jenderal, CPM lagi, tapi tak secuil pun ada garis keras melintas di wajahnya. Meski dihiasi kumis tebal, wajah Manila lebih banyak tersenyum ketimbang tampil garang.

Baca Juga: Selamat Jalan IGK Manila, Manajer Medali Emas Timnas Indonesia

"Mau garang bagaimana?" katanya suatu saat di Sekertariat PSSI, di Stadion Utama. "Ya, begini ini Manila," katanya dengan suara tenang dan kental berlogat Bali.

Lahir di Singaraja, 8 Juli 1942. Meski tidak memiliki latar belakang sepak bola yang dalam, tapi Manila begitu dekat dengan sepak bola nasional.

Diawali saat menjabat sebagai Dan Pusdik Pom (1985), Manila diminta Kardono, Ketum PSSI saat itu untuk membina mental dan fisik anak-anak Garuda-I. Patar Tambunan Aji Ridwanmas dll dibawa ke Cimahi oleh Manila dan di tempatkan di sana beberapa waktu.

Baca Juga: Emil Audero Sebut Laga AC Milan Vs Cremonese Jadi Ujian Penting

Sejak itu, Manila masuk dalam orbit sepak bola nasional. Dia juga tercatat sebagai manajer yamg sukses meraih medali emas sepak bola di SEA Games 1991, Manila.

Sebelumnya, Manila juga ditugaskan sebagai manajer timnas 1987an, saat Indonesia tampil di Piala Presiden Seoul.

Waktu itu ada kisah yang sangat menarik terkait seorang bintang asal Arseto, Solo.

Baca Juga: Peraturan Liga Primer Inggris Berubah, Begini Dampak pada Setiap Klub

"MN (begitu Manila menyapa saya), saya sudah ke Tanah Abang (Manila menyebut nama tempat dan orang yang dimaksud), dia (sang bintang) berguru ke situ," katanya suatu siang.

Orang yang dimaksud adalah guru agama. Bintang ini dibawa oleh kiper asal klub yang sama untuk menimba ilmu. Sayangnya, sejak mendalami ilmu itu, sang bintang berpuasa bicara dengan siapa pun.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X