Pelaku Pelecehan Seksual Tak Boleh Ada di Lingkungan Olahraga Selamanya!

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:04 WIB
Menpora RI Erick Thohir dan Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi keberanian atlet melaporkan peristiwa pelecehan seksual.
Menpora RI Erick Thohir dan Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi keberanian atlet melaporkan peristiwa pelecehan seksual.

SportlinkNews - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat merespons serius kasus pelecehan seksual yang terjadi pada olahraga prestasi.

Atlet Kick Boxing Jawa Timur Viona Amalia Adinda Putri yang menjadi korban, bertemu langsung dengan Menpora RI Erick Thohir dan Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada 13 Maret 2026.

Menpora RI mengawali dengan mengapresiasi keberanian korban mengungkapkan kasus.

Baca Juga: NOC Indonesia Dorong PSSI Suarakan Aspirasi Soal Kuota Sepak Bola Asian Games 2026

“Atlet Kick Boxing kita sangat berani mengungkapkan permasalahan yang harus kita lawan dan kita bersihkan secara tuntas," tegas Erick Thohir.

Lebih lanjut dikatakan Kemenpora tentu terdepan, bersama tentu seluruh stakeholder olahraga untuk membentengi para atlet.

“Tidak ada lagi keaktifan di dunia olahraga seumur hidup. Dan memang kalau itu yang bisa menjadi domain institusi kepolisian, kita sangat dukung. Olahraga kita harus bersih,” sambungnya.

Repons Kemenpora didukung oleh KONI Pusat. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan kasus-kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan.

Baca Juga: NOC Indonesia Tekankan Sistem Monitoring dan Safeguarding untuk Cegah Kekerasan di Pembinaan Atlet.

"Tidak boleh ada pelatih dan mereka yang dalam pembinaan olahraga prestasi melakukan pelanggaran, apalagi pelecehan seksual,” kata Marciano.

“Ini sangat memalukan dan tidak boleh ada di lingkungan kita. Ke depan, pelaku-pelaku ini tidak boleh hadir dalam kegiatan olahraga, dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga,” lanjutnya.

Selain itu, pelaku juga harus diproses menurut regulasi hukum yang berlaku. Di samping itu, perlindungan bagi atlet menjadi yang utama bagi KONI Pusat.

Baca Juga: Belanda Turun ke Peringkat 7 Koefisien UEFA, Kehilangan Slot Langsung Liga Champions.

“Intinya perlindungan keamanan atlet selama dia melakukan kegiatan, baik pada saat berlatih, melakukan event, itu harus jadi prioritas kita semua. Atlet-atlet ini adalah Patriot Olahraga, mereka pejuang-pejuang di masa damai, mereka harus dapat perlakuan yang terbaik,” tegas Marciano.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X