Tim Panahan Indonesia Matangkan Persiapan Asian Games 2026 Lewat Simulasi Pertandingan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 21 Juli 2026 | 20:27 WIB
Pemanah Indonesia saat mengikuti Kejuaraan Dunia Panahan di Gwangju, Korea tahun lalu. Tahun ini pelatnas fokus Asian Games 2026.
Pemanah Indonesia saat mengikuti Kejuaraan Dunia Panahan di Gwangju, Korea tahun lalu. Tahun ini pelatnas fokus Asian Games 2026.

SportlinkNews - Waktu menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terus dimanfaatkan tim panahan Indonesia untuk mematangkan persiapan.

Di tengah semakin ketatnya persaingan di level Asia, program latihan kini lebih difokuskan pada simulasi pertandingan agar para atlet terbiasa menghadapi tekanan kompetisi sesungguhnya.

Peraih dua medali perunggu Asian Games Hangzhou 2022, Riau Ega Agatha Salsabila, menilai peta persaingan panahan Asia kini jauh lebih terbuka dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin Kompak Lewati Rintangan Pertama China Open 2026

Menurutnya, hampir seluruh negara memiliki atlet berkualitas sehingga tidak ada lagi satu kekuatan yang benar-benar mendominasi.

"Kalau untuk beberapa tahun ini persaingan di Asian Games sudah merata. Sebenarnya itu juga menjadi keuntungan buat kami karena semua atlet terbaik berasal dari Asia," kata Riau Ega kepada media di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 21 Juli.

"Mudah-mudahan nanti di Asian Games kami bisa menjadi salah satunya."

Baca Juga: Disukai Pemirsa Zlatan Ibrahimovic Malah Kapok Jadi Pundit

Situasi tersebut membuat tim Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas teknik, tetapi juga memperbanyak latihan dalam suasana pertandingan.

Riau Ega mengatakan simulasi menjadi menu utama setelah tim menjalani sejumlah try out sepanjang musim ini.

"Persiapan kami sekarang lebih banyak simulasi pertandingan karena tahun ini juga sudah melewati beberapa try out," ujarnya.

Baca Juga: China Open 2026: Fadia/Amallia Gagal Bangkit dari Tren Negatif

Selain simulasi, tim pelatih juga rutin menggelar turnamen internal sebagai bagian dari evaluasi program latihan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar peningkatan performa sekaligus membiasakan atlet menghadapi tekanan saat bertanding.

"Program latihan sekarang lebih banyak mengejar apa yang masih kurang selama latihan tahun ini. Jadi kami memperbanyak simulasi pertandingan dan turnamen antaratlet," ucapnya.

Baca Juga: Penyebab Presiden UEFA Boikot Laga Final Piala Dunia 2026

Target Indonesia di Aichi-Nagoya bukan sekadar mempertahankan pencapaian dua medali perunggu yang diraih pada Asian Games Hangzhou 2022. Riau Ega berharap tim recurve maupun compound mampu mencatatkan hasil yang lebih baik.

"Dari pribadi saya, mudah-mudahan di Asian Games nanti ada peningkatan prestasi, khususnya di nomor recurve maupun compound," imbuhnya.

Asian Games 2026 juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Olimpiade. Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh tim panahan Indonesia.

Baca Juga: Rehan/Gloria Kerja Keras Lolos ke 16 Besar China Open 2026

"Mudah-mudahan di Asian Games nanti kami bisa meraih medali sekaligus mendapatkan tiket Olimpiade melalui Olympic Qualifier," Tambah Riau Ega.

Sementara itu, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, memastikan seluruh kebutuhan nonteknis tim panahan akan mendapat dukungan penuh menjelang keberangkatan ke Jepang.

Kunjungan Todotua ke Lapangan Panahan Gelora Bung Karno menjadi bagian dari rangkaian visitasi ke cabang-cabang olahraga yang akan tampil di Asian Games.

Baca Juga: Ramalan Pep Guardiola Terbukti, Rodri: Dia Tahu Banyak, Dengarkan

Ia menegaskan fokus CdM adalah memastikan atlet dan ofisial dapat berkonsentrasi penuh pada persiapan tanpa dibebani persoalan di luar pertandingan.

"Kami ingin atlet dan ofisial tidak perlu khawatir. Persiapan maksimal dilakukan di sini, sedangkan kami memastikan seluruh kebutuhan nonteknis bisa terpenuhi," kata Todotua.

Menurutnya, masih tersisa sekitar dua bulan menuju Asian Games sehingga kebutuhan setiap cabang olahraga masih dapat dipetakan secara lebih rinci.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: ANTARA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X