"Saya menduga ada Dispora yang ingin 'bermain' dan kami akan menelusuri kebenaran kasus-kasus tersebut. Dan bisa jadi hubungan antara KONI Provinsi dan Dispora di beberapa daerah tidak harmonis," ujar Menpora setelah membaca bunyi pasal tersebut.
Persoalan Permenpora No.14/2024 ini memang menjadi perdebatan hangat di kalangan dunia olahraga Indonesia. Pasalnya, Permenpora yang akan diberlakukan pada Oktober 2025 itu bertentangan dengan semangat olahraga dan Olympic Charter.
Pada sisi lain, meski belum diberlakukan secara nasional, namun dalam praktiknya, banyak Dispora di beberapa daerah yang sudah memberlakukan Permenpora tersebut.
Baca Juga: Ilmu di Balik Motivasi untuk Mengambil Keputusan dan Meningkatkan Semangat Diri
Alhasil, dana pembinaan untuk KONI tidak bisa digelontorkan sehingga ada beberapa KONI yang terancam kehilangan sekretariatnya lantaran tidka bisa membayar sewa gedung.
Pembinaan atlet pun mengalami kendala karena dana pembinaan sudah tidak bisa didapatkan lagi dari Dispora.
Dalam pertemuan dengan Menpora,
Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Organisasi Benny Riyanto meminta agar segera dilakukan revisi Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 dengan melibatkan insan olahraga yang ada di KONI dan cabang olahraga.
Baca Juga: LaLiga dan Kepolisian Argentina Bongkar Jaringan Pembajakan Global di Buenos Aires
"Kami meminta diberi kesempatan kepada semua KONI dan PB cabang olahraga untuk bersama-sama dengan Kemempora duduk bersama untuk merevisi Permenpora No.14 ini," imbuh Benny Riyanto.
"Karena proses pembentukan regulasi itu dimanapun itu harus ada harmonisasi. Saya juga mendengar insan olahraga manapun tidak dilibatkan dalam proses lahirnya Permenpora ini."
"Oleh karena itu kita perlu duduk bersama untuk merevisi Permenpora ini dengan melibatkan KONI Pusat, KONI Daerah, KONI Kabupaten/Kota dan cabang olahraga bersama dengan timnya Menpora," jelas Benny.
Sementara La Nyala, Ketua Umum PB Muay Thai mengatakan dirinya sudah mengirim surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta agar Permenpora No.14/2024 untuk segera dicabut.
Baca Juga: Olahraga Mempunyai Potensi Besar untuk Melahirkan Banyak Industri
La Nyalla Mahmud Mattalitti menyoroti beberapa kejadian di daerah-daerah yang simpang siur sehingga membawa dampak yang merugikan dalam pembinaan atlet.
"Saya pernah di banned sewaktu di PSSI gara-gara cawe-cawenya Menpora ke PSSI. Nah, ini akan bisa terjadi lagi nih. Kalau sampai ini terjadi, ini bukan hanya PSSI saja yang di banned, mungkin cabang olahraga lainnya," ujar La Nyalla.