SportlinkNews - Cabang panjat tebing mempersembahkan emas pertama bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Beach Games Sanya 2026. Duet asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, sukses mengukir sejarah tersebut.
Turun di nomor speed women’s relay, Desak/Asih menunjukkan performa yang terus menanjak. Sempat memulai dari posisi keempat kualifikasi dengan catatan 14,27 detik, keduanya langsung tancap gas di fase gugur.
Puncaknya terjadi di babak semifinal. Pasangan Indonesia ini tampil luar biasa dengan menyingkirkan wakil China, Zhou Yafei/Deng Lijuan, sekaligus mencetak waktu 13,174 detik yang memecahkan rekor dunia nomor tersebut.
Baca Juga: Paul Munster Sebut Persib Tim Kuat, Tegaskan Bhayangkara FC Fokus 100 Persen
"Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Kami hanya fokus tampil maksimal," kata Desak.
Momentum itu terus terjaga hingga final. Desak/Asih memastikan medali emas usai mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jeong Jimin/Sung Hanaerum, dengan waktu 13,76 detik.
"Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia. Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung emas," tambah Desak.
Baca Juga: Menuju Semifinal Piala Uber 2026, Indonesia Wajib Maksimalkan Sektor Ganda
Bagi Asih, pencapaian ini terasa spesial karena menjadi titik balik setelah sebelumnya gagal di nomor individu. "Medali emas ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk semua dukungan," ungkapnya.
Tak hanya dari sektor putri, Indonesia juga menambah perolehan medali melalui nomor speed relay putra. Pasangan Raharjati Nursamsa dan Antasyafi Robby berhasil meraih medali perak.
Keduanya tampil konsisten sejak awal, mencatat waktu terbaik 10,14 detik di kualifikasi dan melaju ke final usai mengalahkan wakil Kirgistan, China, dan Kazakhstan.
Baca Juga: Bantai PSBS 7-0, Yakob Sayuri Sebut Malut United Sempat Kesulitan
Sayang, di partai puncak, Raharjati/Robby harus mengakui keunggulan pasangan China, Long Jianguo/Zhao Yicheng. Mereka mencatat waktu 9,80 detik, hanya terpaut 0,05 detik dari lawan yang finis dengan 9,75 detik.
"Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi," imbuh Raharjati.
Robby menambahkan, capaian ini menjadi langkah awal menuju target yang lebih tinggi, termasuk menembus Olimpiade.
Baca Juga: Yamaha Lakukan Perubahan Signifikan di Tes Jerez Tapi Belum Bikin Pembalapnya Optimis
Dengan tambahan ini, panjat tebing Indonesia mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak di Asian Beach Games Sanya 2026, sekaligus mengakhiri perjuangan Indonesia di multievent olahraga pantai se-Asia ini.