SportlinkNews - Pembinaan atlet memang sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan untuk lebih memudahkan dalam penanganan si atlet, baik saat dia berlatih, pengaturan asupan gizi makanan, hingga pola istirahat yang baik.
Dengan perencanaan yang baik maka diharapkan atlet pelajar bisa mendapatkan program latihan dan pembinaan yang baik dan sistematis demi menunjang performa terbaik si atlet yang bersangkutan.
Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Chicago merupakan sebuah organisasi profesional pangan dan nutrisi terbesar di dunia aktif mendorong para atlet muda untuk mengikuti rencana nutrisi dan aktivitas fisik individual.
Baca Juga: Apakah Gula Buruk bagi Atlet?
Hal tersebut untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan jangka pendek sebagai atlet dan kebutuhan jangka panjang saat mereka tumbuh dewasa.
“Jumlah dan jenis nutrisi yang dibutuhkan atlet pelajar bervariasi sesuai usia dan tingkat aktivitas mereka, sehingga atlet harus mengikuti rencana makan individual yang dirancang oleh ahli gizi terdaftar, ahli makanan dan nutrisi,” kata juru bicara akademi Yasi Ansari.
Menurutnya, atlet pelajar memerlukan lebih banyak kalori untuk menjalankan aktivitasnya, namun tidak semua kalori itu sama. Mereka membutuhkan makanan yang memberikan energi dan mendukung kesehatan, pertumbuhan dan kinerja mereka.
Ansari menjelaskan, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan atlet pelajar tidak memiliki energi yang mereka perlukan untuk tampil dan dapat menyebabkan kesehatan tulang yang buruk.
Selain itu, juga bisa menyebabkan penurunan testosteron dan peningkatan kelelahan mental dan fisik. Sedangkan bagi atlet perempuan bisa menyebabkan menstruasi yang tidak teratur.
Ansari yang seorang ahli nutrisi, mencatat bahwa para atlet ini menghadapi kekhawatiran khusus selama musim perlombaan seperti tidak memiliki waktu untuk menyantap makanan bergizi dan camilan di sela-sela latihan, perlombaan, dan perjalanan.
Untuk meningkatkan performa sekaligus perkembangan tubuh yang sehat bagi atlet pelajar, Ansari menawarkan tips sebagai berikut:
1. Merancang menu makanan seimbang, yang mencakup karbohidrat kaya serat dan protein tanpa lemak serta lemak sehat dalam jumlah sedang.
2. Pilihlah karbohidrat yang mudah dicerna dan dipadukan dengan makanan berprotein untuk camilan satu hingga dua jam sebelum beraktivitas.
Artikel Terkait
Saatnya Sport Science Campur Tangan dalam Prestasi Olahraga Indonesia
Barcelona & Desainer Maria Escote Rilis Jersey Spesial Tanpa Logo Nike
Pesan Menyentuh Mesut Ozil dari Depan Ka'Bah, Ramadhan Mubarak!
Miliki Kandang Baru, Satria Muda Pertamina Berupaya Keras Raup Kemenangan