Borsheim et al., (2002), misalnya, menemukan dosis 6 g asam amino esensial (EAA) yang dikonsumsi segera setelah olahraga menghasilkan peningkatan keseimbangan protein dua kali lipat. Mereka juga menemukan bahwa peningkatan dosis melebihi 6 g tidak meningkatkan sintesis protein otot secara signifikan.