Lebih lanjut Menpora berharap cabor-cabor lainnya yang memiliki dualisme kepengurusan untuk mengikuti langkah cabor sepak takraw.
Pasalnya dalam membangun olahraga, semua pihak harus duduk bersama untuk roadmap 21 cabor unggulan. Sehingga tidak boleh ada dualismen kepengurusan pada cabor.
“Saya harap tuntasnya masalah dualisme di tubuh kepengurusan sepak takraw memacu tiga cabor lainnya yaitu tenis meja, anggar dan tinju untuk juga duduk bersama dan menyelesaikan masalah sebelum tahun berganti."
Baca Juga: Inter Milan Vs Liverpool: Tidak Ada Kesempatan Moh Salah Bermain
"Apalagi cabor yang masih dalam masalah ini juga ada yang masuk dalam 21 cabor unggulan sesuai arahan Presiden. Ayo kita satukan tekad untuk membangun prestasi olahraga, jangan jadikan atlet korban konflik kekuasaan kepengurusan cabor,” ujar Erick Thohir.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
KONI Pusat dan NOC Indonesia Satu Suara: Tidak Ada Dualisme Organisasi Keolahragaan
Erick Thohir Fokus Selesaikan Dualisme Organisasi Olahraga, Atlet Tak Boleh Jadi Korban
Menpora Erick Dorong Peran KOI dan KONI Selesaikan Dualisme Empat Cabor Dengan Musyawarah Untuk Mufakat
Menpora: Penyelarasan PON dan Dualisme Cabor Akan Dirapikan