ragam

Kasus Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing Masuk Ranah Hukum, Pemerintah Dorong Perbaikan Sistem Pembinaan

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:15 WIB
Menpora Erick Thohir mendukung proses hukum kasus kekerasan dan pelecehan di lingkungan olahraga, sekaligus meminta komitmen cabang olahraga memperbaiki sistem pembinaan sebagai perlindungan maksimal. (KEMENPORA)

SportlinkNews - Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pelatnas panjat tebing Indonesia terus bergulir.

Para atlet korban telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, sementara federasi dan pemerintah menegaskan komitmen untuk memberikan perlindungan maksimal serta memperbaiki sistem pembinaan atlet.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan pemerintah mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan sekaligus mendorong adanya sistem perlindungan atlet yang lebih kuat di seluruh cabang olahraga.

Baca Juga: Indonesia Kehabisan Wakil di Ganda Putra Swiss Open 2026

Menurutnya, atlet telah berkorban besar untuk mengejar prestasi sehingga tidak seharusnya mengalami perlakuan yang merugikan atau merendahkan martabat mereka.

"Atlet itu sudah berkorban. Tidak hanya sekolah, latihan, meninggalkan orang tua. Tapi kok dizolimi. Ini sesuatu yang sangat tidak bisa diterima," kata Erick di peringatan hari jadi Komite Olimpiade Indonesia, Rabu malam lalu, 11 Maret 2026 di Jakarta.

Ia menambahkan, sejak awal laporan diterima, pemerintah mendorong agar kasus tersebut ditangani secara serius, baik melalui mekanisme federasi maupun jalur hukum.

Baca Juga: PBSI Tetapkan Sistem Baru Magang, Promosi, dan Degradasi Atlet Pelatnas

"Praduga tidak bersalah harus dijunjung. Tapi kalau memang ada kasus yang bisa diproses hukum, kita sangat mendorong itu. Yang namanya hukuman secara federasi juga harus terjadi," tegasnya.

Erick juga mengapresiasi langkah perlindungan atlet atau safeguarding yang mulai diterapkan melalui kerja sama antara Komite Olimpiade Indonesia dan International Olympic Committee.

Ia berharap sistem tersebut dapat diterapkan secara konsisten di seluruh cabang olahraga.

Baca Juga: Menang dari Arema FC Jadi Modal Kuat Bali United FC Hadapi Persis Solo

Namun, menurut Erick, salah satu persoalan yang harus dibenahi adalah budaya pembiaran terhadap masalah sensitif di lingkungan olahraga.

"Yang salah itu pembiaran. Kadang pimpinan merasa kasihan atau khawatir federasinya menjadi kontroversi. Padahal justru harus dibalik, semuanya harus clean and clear," ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid, memastikan para atlet korban telah membuat laporan resmi kepada kepolisian. Federasi juga memberikan pendampingan hukum kepada para atlet.

Baca Juga: Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026? Ini Usulan Para Ahli

Selain proses hukum, FPTI juga membentuk tim pencari fakta (TPF) internal yang dipimpin oleh seorang pengacara profesional. Tim tersebut telah melayangkan surat pemanggilan kepada terduga pelaku untuk dimintai keterangan.

"Yang pertama proses pencari fakta di internal federasi, lalu proses hukum yang sudah berjalan di kepolisian," ucap Yenny.

FPTI juga mulai menyiapkan sejumlah langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa depan. Salah satunya dengan memperketat aturan dan protokol perlindungan atlet.

Baca Juga: Daftar Hattrick Liga Champions dari Marco van Basten Hingga Valverde, Ada Satu Nama Pemain Persib

"Ke depan kami membuat aturan safeguarding yang lebih ketat. Misalnya dalam pelatihan tidak boleh ada situasi berdua saja antara atlet dan pihak tertentu. Tujuannya memastikan tidak ada ruang bagi kejadian seperti ini," tukas Yenny lagi.

Selain itu, federasi saat ini juga fokus pada pemulihan kondisi mental para atlet yang menjadi korban, mengingat mereka akan segera menghadapi agenda kompetisi internasional dalam waktu dekat.

"Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak atlet ini segera pulih mentalnya. Kami ingin mereka bisa kembali bersemangat." 

Baca Juga: Terinspirasi Jersey 1999 dan Batik, PSSI Perkenalkan Jersey Baru Timnas Indonesia

Ia menambahkan, kondisi para atlet mulai membaik setelah mendapat pendampingan dan dukungan dari federasi.

"Pelan-pelan mereka sudah bisa tersenyum dan tertawa lagi. Itu membuat kami senang karena proses pemulihan mulai berjalan," pukas Yenny.

Tags

Terkini

Model Terpanas Ivana Knoll Jebol gawang Inggris

Kamis, 4 Juni 2026 | 08:02 WIB