SportlinkNews - KONI Pusat kembali menggelar kegiatan daring "Belajar Sport Science Bersama KONI" yang telah memasuki edisi keenam.
Kali ini KONI Pusat menghadirkan materi yang terkait dengan biomekanika, dengan tema "Sport Biomechanic: Science-based Training" dengan narasumber Achmed Kevin Syahlintang, B.Sc., M.Sc (Head of Performance, Ph.D student at Biomechanics).
Dr. Lilik Sudarwati Kepala Bidang Sport Science KONI menyebutkan bahwa kegiatan ini akan terus dilanjutkan demi memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas dan cabang olahraga tentang pentingnya penerapan science dalam olahraga.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Harga Tiket Final ASEAN Cup U23 Indonesia vs Vietnam
"Sport science sudah menjadi keniscayaan. Kalau pembinaannya masih menggunakan cara konvensional maka kita akan ketinggalan dengan negara lain yang sudah melek sport science," ujar Lilik, Sabtu, 26 Juli 2025.
Lilik juga menjelaskan bahwa KONI Pusat sudah menjalin kerja sama dengan Kemendiknas untuk pembinaan usia dini. "Untuk pembinaan dini perlu penerapan sport science agar bisa lebih terarah," jelas Lilik.
Dalam paparannya, Achmed Kevin menyebutkan bahwa biomekanika memiliki cakupan yang luas. Namun, secara garis besar sangat berhubungan dengan pengaplikasian ilmu fisika dalam pergerakan tubuh.
Baca Juga: Setumpuk Pekerjaan Rumah Ruben Amorim Sepanjang Tur Manchester United di Amerika Serikat
"Ilmu fisika menjadi basic dari pembahasan biomekanika," ujar Kevin yang saat ini menempuh PhD in Biomechanics di University of Salford, Inggris.
"Maka lulusan SMA dengan penjurusan ilmu fisika (IPA) sudah bisa mempelajari dan mendalaminya," jelasnya.
Kevin juga menjelaskan tentang perlunya Science-based training sebagai kesatuan prinsip-prinsip ilmiah ke dalam perencanaan, pemantauan, dan pelaksanaan pelatihan untuk memaksimalkan kinerja dan mengurangi risiko cedera.
Baca Juga: Platform Video dan Data Pertandingan LaLiga Terus Berevolusi Demi Sajikan Informasi Akurat
Dijelaskan Kevin, setiap aktivitas pelatihan atlet harus dibuat berdasarkan data yang valid dan berdasarkan assessment yang dilakukan.
"Ada tiga komponen penting dalam pelatihan yaitu assessment, programing, dan exercise selection," jelas Kevin.
Ketiga komponen ini harus saling melengkapi dan dilakukan secara berkesinambungan demi mendapatkan performa atlet yang baik.
Baca Juga: 5 Tips Latihan untuk Meningkatkan Kekuatan Genggaman Tangan Anda
Artikel Terkait
Pacu Prestasi Atlet, PBSI Luncurkan Platform Sport Science Analytics
Belajar Sport Science Bersama KONI: Lilik Sudarwati Soroti Pentingnya Sosialisasi Sport Science ke Semua Pihak
Comeback Fit Atlet Setelah Libur Panjang: Mulai dari Nutrisi
Kunjungi Shoot 360, DBL Indonesia All-Star Poles Skill Dribbling dan Ball Handling Lewat Teknologi Sport Science