timnas

Imbang Lawan Malaysia, David Nascimento Fokus Bangun Identitas Timnas U-17

Sabtu, 4 Juli 2026 | 23:26 WIB
Selebrasi pemain Timnas Indonesia U17 usai sukses menjebol gawang Malaysia U17 pada laga uji coba Garuda Championship Series 2026, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, 4 Juli 2026.

SportlinkNews - Era baru Timnas U-17 Indonesia bersama pelatih asal Portugal, David Nascimento, dimulai tanpa kemenangan.

Garuda Muda harus puas berbagi angka 1-1 dengan Malaysia pada laga uji coba Garuda Championship Series 2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, 4 Juli 2026, setelah kebobolan pada detik-detik akhir pertandingan.

Ini merupakan uji coba pertama Timnas U-17 melawan Malaysia U-17. Laga uji coba kedua akan berlangsung pada 7 Juli mendatang juga ditempat yang sama.

Baca Juga: Aldila Fokus Matangkan Chemistry dengan Andreozzi Jelang Babak Kedua Wimbledon

Hasil pada uji coba pertama ini memang belum sesuai harapan. Namun, bagi David, pertandingan ini lebih dari sekadar soal skor akhir.

Uji coba internasional pertama tim asuhannya menjadi bagian awal dalam membangun identitas permainan Timnas Indonesia kelompok usia yang akan diterapkan secara berkelanjutan.

Sejak awal pertandingan, Malaysia tampil menekan. Indonesia sempat kesulitan keluar dari tekanan, tetapi perlahan mampu menemukan ritme permainan. Peluang pertama hadir melalui Chico Jericho pada menit keempat.

Baca Juga: Desak Tak Goyah, Rebut Emas di Format Baru World Climbing Series Krakow 2026

Setelah melewati satu pemain bertahan, tendangannya masih mampu digagalkan kiper Malaysia, Adam Nurfakrullah.

Memasuki pertengahan babak pertama, Garuda Muda mulai menguasai jalannya laga.

Chico kembali mengancam pada menit ke-31, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang. Empat menit berselang, peluang Dzaky Muhammad juga belum mampu mengubah keadaan sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Baca Juga: Tim Speed Indonesia Lolos ke Final World Climbing Series Krakow 2026

Perubahan permainan Indonesia terlihat selepas turun minum. Masuknya Ichiro Akbar membuat aliran bola di lini tengah lebih hidup dan serangan Garuda Muda semakin variatif.

Dhamar Try Kusuma sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, sedangkan Melki Meyanu gagal memanfaatkan peluang setelah sepakannya membentur pemain lawan.

Chico kembali menjadi motor serangan Indonesia, namun beberapa peluangnya masih dapat diamankan Adam Nurfakrullah.

Baca Juga: Resmi Berpisah, Jan Olde Akhiri Empat Musim Bersama Dewa United

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-80. Dhamar berhasil memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper Malaysia terhadap tendangan Chico untuk membawa Indonesia unggul 1-0.

Keunggulan tersebut bertahan hingga memasuki masa tambahan waktu. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar ketika sepak pojok Malaysia berujung gol bunuh diri Valdo Putra.

Bola yang mengenai kepalanya saat berusaha menghalau umpan justru meluncur ke gawang sendiri dan mengubah skor menjadi 1-1.

Baca Juga: Persib Bandung Resmi Kontrak Ragnar Oratmangoen Tiga Tahun

Bagi David, kualitas timnas tidak bisa diukur hanya dari hasil satu atau dua pertandingan saja.

Namun, pelatih berusia 49 tahun itu menegaskan dua laga uji coba ini merupakan langkah awal untuk persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17, pada November mendatang.

Ia ingin seluruh jenjang pembinaan, mulai dari akademi hingga tim nasional, menerapkan filosofi bermain yang sama sehingga proses transisi pemain ke level yang lebih tinggi berlangsung lebih mulus.

Baca Juga: Kejurnas BMX Racing 2026 Jadi Ajang Cetak Talenta Baru Indonesia

"Idenya adalah tim akademi dan tim nasional bermain dengan gaya sepak bola yang sama. Dengan begitu, para pemain akan lebih siap ketika naik ke level berikutnya," ujar David.

Menurutnya, mayoritas pemain yang tampil merupakan debutan di level internasional. Karena itu, pengalaman menghadapi lawan dari negara lain dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar hasil pertandingan.

"Saat ini para pemain berusia 16 tahun dan laga ini menjadi laga internasional pertama mereka," imbuhnya.

Baca Juga: Tolak Label Jago Kandang. Sumardji Tegaskan Timnas Indonesia Sudah Berbeda

David menilai jam terbang internasional akan menjadi bekal berharga ketika para pemain memasuki kelompok usia U-17 sepenuhnya pada tahun depan.

"Mereka akan terus berlatih dan bertanding sepanjang tahun ini. Saat memasuki level U-17, mereka sudah memiliki pengalaman yang lebih baik dan memahami filosofi permainan yang sama," ujarnya.

Pada langkah awal ini, fokus utama tim pelatih, tuturnya, adalah membentuk karakter bermain dan meningkatkan kualitas individu pemain secara berkelanjutan.

Tags

Terkini