biomekanika

10 Mitos tentang Bulking Otot: Fakta dan Kesalahpahaman yang Perlu Anda Ketahui

Senin, 20 Mei 2024 | 19:00 WIB
Ada berbagai mitos tentang bulking otot yang perlu diketahui agar mengetahui fakta dari kesalahpahaman yang ada. (Pexels.com/Pikx By Panther)

SportlinkNews - Bagi banyak orang yang baru mengenal dunia kebugaran, istilah "bulking" mungkin sudah tidak asing lagi.

Bulking adalah proses meningkatkan massa otot dengan mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar tubuh.

Tujuannya adalah untuk membangun otot sebanyak mungkin sebelum memulai fase "cutting", di mana lemak tubuh berlebih akan dikurangi.

Baca Juga: Hebatnya Juergen Klopp Bisa Bikin Trent Alexander-Arnold Nangis Setelah Bertahun-tahun

Namun, seiring dengan popularitasnya, banyak mitos dan kesalahpahaman tentang bulking yang beredar di kalangan masyarakat.

Artikel ini akan mengupas beberapa mitos tersebut dan memberikan penjelasan berdasarkan fakta ilmiah.

Mitos 1: Bulking Berarti Makan Sebanyak Mungkin

Fakta:

Baca Juga: Naik Podium di Imola, Pembalap F1 Charles Leclerc Merasa Senang dengan Peningkatan Ferrari

Banyak yang percaya bahwa bulking berarti mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tanpa memperhatikan jenis makanan yang dimakan.

Padahal, meskipun tujuan bulking adalah untuk surplus kalori, kualitas makanan yang dikonsumsi tetap sangat penting.

Makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, serta vitamin dan mineral harus menjadi prioritas.

Baca Juga: Jersey Sepeda Unik Rancangan GRVL dengan Desain Grafis ala Telik Sandi

Mengonsumsi makanan tidak sehat atau junk food dalam jumlah besar mungkin akan menambah berat badan, tetapi sebagian besar dari berat tersebut kemungkinan adalah lemak, bukan otot.

Menurut ahli gizi, mengatur pola makan yang seimbang dengan fokus pada protein untuk membantu sintesis otot sangat penting dalam fase bulking.

Halaman:

Tags

Terkini

Otot Jeram Setelah Olahraga? Begini Penjelasan Medisnya

Minggu, 21 September 2025 | 22:56 WIB