SportlinkNews - Teknologi bola baru yang inovatif yang digunakan di Euro 2024 belum bisa ditransfer ke liga-liga Eropa.
Turnamen ini terus menggunakan offside semi-otomatis, yang berhasil diujicobakan di Piala Dunia 2022.
PGMOL memiliki kesepakatan dengan 20 tim Liga Premier untuk memperkenalkan sistem semi-otomatis di beberapa titik selama musim gugur, meskipun tanggal spesifiknya belum dapat dikonfirmasi.
Baca Juga: Dari Kayu hingga Raket Pintar, Sentuhan Teknologi AI Mengubah Wimbledon
Harapannya adalah bahwa sistem ini akan membantu mempercepat proses VAR, sekaligus menghilangkan elemen kesalahan manusia dalam hal menggambar garis.
Namun fitur baru di Euro 2024 adalah microchip yang ditempatkan di dalam bola rancangan Adidas.
Chip tersebut pada dasarnya adalah sebuah sensor, yang memungkinkan pejabat UEFA untuk mengidentifikasi dengan tepat di mana bola berada di lapangan dan kapan bola tersebut melakukan kontak dengan pemain.
Bagian dari teknologi baru ini mencakup 'Snickometer', yang telah digunakan selama bertahun-tahun di kriket untuk menentukan kapan bola mengenai bagian mana pun dari pemukul.
Untuk sepak bola, monitor gelombang suara melacak kapan ada kontak dengan bola.
Teknologi ini pertama kali dipamerkan saat Belgia kalah 1-0 dari Slovakia pada hari Senin (17/6), yang membuat gol Belgia dianulir oleh VAR karena handball Lois Openda.
Baca Juga: Euro 2024: Terungkap Senjata Rahasianya Timnas Inggris di Cincin Pintar
Snicko digunakan untuk mengonfirmasi apakah Openda memang melakukan handball menjelang penyelesaian Romelu Lukaku.
Namun teknologi tersebut belum bisa ditransfer ke liga-liga Eropa saat ini.