SportlinkNews - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, kembali menunjukkan komitmennya untuk Merah Putih setelah dipanggil memperkuat tim di Piala Thomas 2026, 24 Apri-3 Mei 2026 di Horsens, Denmark.
Meski kini berstatus non-Pelatnas, Jonatan menegaskan kesiapannya jika negara membutuhkan.
"Pertama tentu bersyukur. Saya selalu bilang, kalau Indonesia membutuhkan saya, pasti siap turun," ujarnya kepada media, di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Baca Juga: Performa Makin Moncer, Striker Persija Eksel Runtukahu Dinilai Layak Dipanggil Timnas Indonesia
Bagi Jonatan, keikutsertaan kali ini menjadi edisi keenam sepanjang kariernya di ajang beregu paling bergengsi tersebut. Ia mengaku memiliki banyak kenangan dari Piala Thomas, sekaligus motivasi tambahan untuk kembali membawa Indonesia berjaya.
"Ini jadi kebanggaan bisa kembali memperkuat tim. Harapannya, bersama pemain senior dan muda, kami bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas," tukasnya.
Pada fase Grup B, Indonesia tergabung bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. Jonatan menilai setiap lawan memiliki kekuatan berbeda, sehingga tim harus tetap waspada.
Baca Juga: Ducati Boyong Motor 850cc ke Tes Privat di Misano
"Kalau di atas kertas, Prancis mungkin kuat di ganda, sementara Thailand di tunggal cukup berimbang. Tapi kami optimistis bisa menjadi juara grup," ucapnya.
Persiapan pun dilakukan secara matang, termasuk dengan datang lebih awal ke lokasi pertandingan untuk proses adaptasi.
Jonatan menilai faktor non-teknis seperti perbedaan waktu, suhu, dan karakter shuttlecock sangat berpengaruh terhadap performa.
Baca Juga: Jelang Indonesia Open 2026, Persaingan Tunggal Putra Makin Sulit Diprediksi
"Dengan aklimatisasi lebih awal, adaptasi bisa lebih maksimal," tuturnya.
Sementara itu, pemain ganda Indonesia, Joaquin, mengaku antusias mendapat kepercayaan membela tim Merah Putih. Ia menegaskan kesiapan untuk memberikan kontribusi poin.
"Senang bisa dipercaya masuk tim Thomas. Harapannya saya dan partner bisa menyumbang poin untuk Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Barcelona Protes Rumput Markas Atletico Madrid Dianggap Tak Sesuai Standar UEFA
Joaquin menambahkan, kunci dalam pertandingan beregu tidak hanya terletak pada teknik, tetapi juga mental dan kekompakan tim.
"Kami harus fokus dan menjaga mindset. Dalam kondisi apa pun, baik tertinggal maupun unggul, harus tetap maksimal demi tim," katanya.
Artikel Terkait
Tiga Wakil Tersingkir, Asa Juara Indonesia Open 2026 Kini Ada di Tangan Ganda Putra
Mulai 2027, Indonesia Open Hadir dengan Format Super 1000 yang Diperluas
Indonesia Open 2026 Usung Konsep Ala NBA, PBSI Targetkan Kembali Jadi Super 1000 Terbaik Dunia
Jonatan Christie Bidik Gelar, Putri KW Benahi Konsistensi Jelang Indonesia Open 2026
Jelang Indonesia Open 2026, Persaingan Tunggal Putra Makin Sulit Diprediksi