SportlinkNews - Sudah hampir pertengahan tahun, namun Indonesia belum juga bawa pulang gelar juara turnamen BWF World Tour 500 ke atas.
Lagi-lagi, di Malaysia Masters 2025, Indonesia harus berlapang dada pulang tanpa gelar juara dari kejuaraan BWF Super 500 ini.
Di tahun ini, pencapaian terbaik Indonesia adalah finis di posisi ketiga di ganda putri, setelah Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum terhenti di babak semifinal.
Hasil ini memperpanjang paceklik gelar di turnamen ini, menjadi tiga tahun berturut-turut.
Baca Juga: Final Liga Champions: Rahasia Taktik PSG Dibongkar Pemain Sendiri Jelang Laga Lawan Inter Milan
Terakhir Indonesia meraih gelar juara di Malaysia Masters 2022 lalu, di mana skuat Garuda bahkan meraih dua gelar juara di tunggal putra lewat Chico Aura Dwi Wardoyo dan ganda putra melalui Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Di tahun ini, dominasi Tiongkok kembali terlihat di sektor putri dan ganda campuran, sementara Malaysia berjaya di nomor ganda putra.
India berhasil mencuri sorotan, setelah sekian lama absen, Kidambi Srikanth akhirnya kembali lagi mencapai final Supr 500. Meski pada akhirnya Srikanth masih kalah dari unggulan kedua asal Tiongkok, Li Shi Feng.
Baca Juga: Indonesia Dapat Undian Menantang di AVC Nation Cup 2025 Putra dan Putri
Hasil mengejutkan juga datang dari sektor tunggal putri, di mana wakil Vietnam akhirnya ada yang mampu mencapai final turnamen BWF. Terutama di sektor tunggal putri yang persaingannya sangat ketat.
Melihat hasil Malaysia Master ini, pengamat bulutangkis Indonesia, Putra Tegar Idaman mengatakan bahwa hampa gelar di turnamen ini seharusnya bukan lagi jadi sinyal atau pertanda, namun sudah menjadi suatu bukti bahwa Indonesia kini sudah tertinggal.
PBSI dinilai harus bisa memoles lagi para pemain utamanya untuk bisa kembali kompetitif.
Baca Juga: Piala Presiden 2025 Undang Klub Inggris dan Thailand, Persib Bandung Jadi Tuan Rumah
"Pemain utama Indonesia saat ini memang banyak sedang dilanda cedera atau sakit. Sedangkan pemain lainnya belum mampu bersaing dalam level kompetisi," kata Putra.
"Selain memperhatikan regenerasi dengan terus mengirimkan pemain muda ke banyak turnamen, tetapi PBSI juga harus bisa kembali memoles pemain-pemain utama bisa kembali kompetitif khususnya di turnamen super 500 ke atas," ujarnya lagi.
Tanpa gelar di turnamen-turnamen level atas, mulai level Super 500 ke atas hingga Mei ini, tentu dinilai Putra, harus jadi hal yang wajib diperhatikan dengan serius.
Hasil Final Malaysia Masters Kejuaraan 2025:
Tunggal Putra
Kidambi Srikanth (India) vs (2) Li Shi Feng (Cina)
11-21, 9-21
Tunggal Putri
(1) Wang Zhi Yi (Cina) vs Nguyen Thuy Linh (Vietnam)
21-11, 21-15
Ganda Putra
(4) Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) vs (5) Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia)
12-21, 21-15, 16-21
Ganda Putri
(1) Liu Sheng Shu/Tang Ning (Cina) vs (7) Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (Cina)
21-17, 21-18
Ganda Campuran
(2) Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (Cina) vs (2) Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (Cina)
21-17, 14-21, 21-16
Dengan hasil ini, Cina menjadi juara umum dengan memborong empat gelar juara dari lima nomor. Sementara tuan rumah, Malaysia membawa pulang satu gelar dari sektor ganda putra.