bulutangkis

Sistem Skor Baru Berlaku 2027, PBSI Siapkan Strategi Khusus

Minggu, 26 April 2026 | 23:07 WIB
Ilustrasi bermain bulutangkis. (Pixabay/Vlad Vasnetsov )

SportlinkNews - Wajah kompetisi bulu tangkis internasional dipastikan berubah total setelah BWF secara resmi mengetok palu perubahan regulasi sistem poin. Keputusan besar ini lahir dalam pertemuan puncak 87th BWF Annual General Meeting (AGM) yang berlangsung di Horsens, Denmark, pada Sabtu (25/4).

Langkah revolusioner tersebut menjadi inti dari pembahasan Council Proposals yang dirancang untuk merombak wajah olahraga tepok bulu di mata dunia. Otoritas tertinggi bulu tangkis tersebut berambisi meningkatkan intensitas laga agar lebih dinamis serta memperluas jangkauan daya tarik siaran global.

Proses transisi ini tidak terjadi secara instan melainkan melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan perwakilan federasi dari berbagai penjuru dunia. Hasil akhir menunjukkan dukungan mayoritas dengan 198 negara memberikan suara setuju, sementara hanya 43 negara yang menyatakan keberatan.

Baca Juga: MotoGP: Alex Marquez Kuasai Jerez, Marc Marquez Tergelincir di Lap Awal

Secara teknis, sistem skor baru ini dijadwalkan mulai diimplementasikan secara penuh dalam kalender turnamen resmi pada 4 Januari 2027 mendatang. Perubahan ini menandai berakhirnya era panjang penggunaan format skor 21x3 yang selama ini telah menjadi standar baku pertandingan dunia.

Merespons kebijakan tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) langsung bergerak cepat guna menyusun skema adaptasi bagi para atlet nasional. Fokus utama organisasi saat ini adalah membedah program pembinaan agar selaras dengan kebutuhan fisik dan mental dalam format poin yang lebih singkat.

"Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet," kata Kabid Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.

Baca Juga: Hitung Mundur Porprov XV Jawa Barat 2026, Kota Depok Siap Gelar 10 Cabang Olahraga

Bambang menekankan bahwa Indonesia tidak ingin tertinggal dalam melakukan penyesuaian gaya main yang diprediksi jauh lebih cepat dan meledak-ledak. "PBSI berkomitmen untuk memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini," ujarnya.

Sistem yang kini diadopsi sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi ekosistem olahraga ini karena sudah melalui tahap pengujian sebelumnya. Format 15x3 tersebut pernah diujicobakan secara resmi pada ajang bergengsi Kejuaraan Dunia Junior Beregu 2025 dalam perebutan Piala Suhandinata.

Uji coba di level junior tersebut menjadi dasar bagi federasi dunia untuk menilai efektivitas serta dampak durasi pertandingan terhadap performa pemain. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa poin yang lebih pendek mampu memberikan tekanan instan yang lebih tinggi sejak awal gim dimulai.

Baca Juga: Alvaro Arbeloa Dilaporkan Cekcok dengan Pemain Real Madrid

Strategi yang tepat kini menjadi kunci bagi negara-negara raksasa bulu tangkis agar tidak tergilas oleh perubahan aturan yang sangat fundamental ini. Para pelatih di pelatnas diprediksi akan mengubah drastis porsi latihan ketahanan menuju latihan kecepatan reaksi yang lebih intens.

Transisi dari sistem 21x3 menuju 15x3 diperkirakan mengubah profil pemain yang mampu mendominasi podium juara di masa depan. Kecepatan dalam mencuri poin-poin awal menjadi sangat krusial karena ruang untuk melakukan pengejaran skor menjadi jauh lebih sempit.

Halaman:

Tags

Terkini