SportlinkNews - Spesialis ganda putra, Muhammad Shohibul Fikri datang ke Polytron Indonesia Open 2026 dengan tekad besar untuk mengakhiri tren buruk di partai final.
Meski beberapa kali berhasil menembus laga puncak turnamen bergengsi, termasuk Singapore Open 2026 pekan lalu bersama Fajar Alfian, gelar juara masih belum berhasil kembali diraihnya.
Pasangan Indonesia itu harus puas sebagai runner-up BWF Super 750 tersebut setelah kalah dari pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Baca Juga: Grup I Piala Dunia 2026: Senegal Datang dengan Mimpi Besar, Siap Ulang Kisah Heroik 2002
Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang baik Fikri di partai final. Sejak menjuarai China Open 2025 bersama Fajar, pasangan ini telah lima kali beruntun gagal mengonversi penampilan di final menjadi gelar juara.
Situasi serupa sebenarnya bukan hal baru bagi Fikri. Saat masih berpasangan dengan Bagas Maulana, ia juga pernah mengalami periode panjang tanpa gelar meski berulang kali mencapai partai puncak setelah keberhasilan menjuarai All England.
Meski demikian, pemain berusia 26 tahun itu menegaskan dirinya tidak pernah kehilangan semangat untuk terus berjuang.
Baca Juga: Jack Miller Blakblakan Bongkar Kelemahan Terbesar Yamaha di MotoGP
"Saya juga menyadari hal tersebut. Saya sudah beberapa kali mencapai final, tetapi memang belum berhasil menjadi juara," ungkap Fikri.
Menurutnya, setiap kali tampil di final, ia selalu berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Namun, hasil akhir belum selalu berpihak kepadanya.
"Saya selalu berusaha semaksimal mungkin dan terus berdoa. Mungkin memang rezekinya belum datang. Namun saya tidak akan menyerah dan akan terus berusaha melewati masa-masa sulit itu," ujarnya.
Baca Juga: Gempar! Sepak Bola Indonesia Tekuk Brasil Lewat Adu Penalti untuk Mencapai Final Piala Dunia
Fikri mengaku tetap bersyukur atas pencapaian yang diraih sejauh ini.
Baginya, konsistensi menembus babak-babak akhir turnamen menunjukkan bahwa dirinya dan Fajar masih berada di jalur yang tepat untuk bersaing dengan pasangan-pasangan terbaik dunia.
"Yang pasti saya tetap bersyukur dan senang bisa kembali mencapai final. Tidak tersingkir di babak-babak awal juga merupakan pencapaian yang patut disyukuri," katanya.
Baca Juga: Bukayo Saka Ungkap Strategi Inggris Redam Kebisingan Luar
"Namun hal itu tidak membuat saya cepat puas. Saya akan terus berjuang untuk meraih gelar juara."
Jaga Momentum
Setelah tampil hingga hari terakhir di Singapore Open, Fikri memastikan dirinya dan Fajar tetap menjalani program latihan secara normal untuk menjaga performa menjelang Indonesia Open 2026.
Menurutnya, latihan selama turnamen tetap diperlukan untuk menjaga kondisi fisik, sentuhan teknik, dan ritme permainan agar tidak mengalami penurunan performa.
Baca Juga: Fans Arab Saudi Diberi Tiket Gratis Piala Dunia 2026 di Tengah Kekhawatiran Stadion Kosong
"Untuk menjaga performa bersama Fajar, selama di Singapura kami tetap menjalani program latihan seperti biasa meskipun sedang bertanding," tukas Fikri.
Selain itu, dukungan tim pendukung juga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan setelah menjalani jadwal turnamen yang padat.
"Setelah kembali ke Indonesia, kami juga mendapatkan dukungan penuh dari tim pendukung, mulai dari fisioterapis hingga tim pemulihan kondisi," katanya.
Baca Juga: Bukayo Saka Ungkap Strategi Inggris Redam Kebisingan Luar
"Dengan bantuan mereka, kondisi tubuh kami tetap terjaga dan segar sehingga siap menghadapi turnamen berikutnya."
Indonesia Open 2026 pun menjadi kesempatan berikutnya bagi Fikri dan Fajar untuk membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dari rentetan kegagalan di final sekaligus mengakhiri puasa gelar yang terus membayangi dalam beberapa bulan terakhir.