Saat seseorang kurang tidur, kadar hormon kortisol (hormon stres) meningkat, yang dapat mempengaruhi mood dan menurunkan daya tahan tubuh.
Baca Juga: Jake Paul Pamer Sparring, Penggemar Celetuk: Anda Akan Ditiduri Mike Tyson!
Dalam jangka panjang, kekurangan tidur juga dapat meningkatkan risiko cedera karena tubuh tidak sepenuhnya pulih dari latihan.
Bagi seorang atlet, durasi tidur yang dianjurkan biasanya lebih lama dari orang biasa.
Atlet profesional disarankan untuk tidur antara 8 hingga 10 jam setiap malam.
Baca Juga: Dua Pemain Penting Chelsea Dilarang Bermain Melawan Liverpool, Ini Penyebabnya
Waktu tidur yang cukup memungkinkan tubuh untuk melalui beberapa siklus tidur yang mendalam, yang sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental.
Selain jumlah waktu tidur, kualitas tidur juga tidak boleh diabaikan.
Atlet perlu memastikan lingkungan tidur yang kondusif, seperti kamar yang gelap, tenang, dan sejuk.
Baca Juga: Emma Raducanu Tetap Setia pada Dacia Sandero
Hindari menggunakan gadget sebelum tidur karena paparan cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tidur.
Pada akhirnya, tidur yang cukup dan berkualitas akan memaksimalkan potensi fisik dan mental seorang atlet.
Tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan emosi dan mental, yang sangat penting dalam dunia olahraga yang penuh tekanan.
Baca Juga: Paul Pogba dan Juventus Akhiri Hubungan Gegara Larangan Narkoba
Dengan menyadari pentingnya tidur bagi atlet, diharapkan para pelatih dan atlet itu sendiri bisa mengatur jadwal tidur yang baik dan seimbang agar dapat mencapai performa terbaik mereka.***
Artikel Terkait
Chelsea Vs Nottingham Rusuh, Nicolas Jackson Tampar Morato
Fiorentina 2-1 Milan: Dua Penyelamatan Penalti De Gea Inspirasi Kemenangan Gemilang
Lewandowski: Barcelona Bakal Menyala setelah Jeda Internasional
Jokowi Buka Peparnas 2024 di Solo, 2.500 Personel Gabungan Amankan Situasi
Mbappe Tolak Bela Timnas Prancis Vs Israel Bikin Deschamps Kesal