fisiologi-olahraga

Plogging: Tren Baru Olahraga Kardio ala Nordik yang Menyehatkan Tubuh dan Bumi

Selasa, 24 Juni 2025 | 09:32 WIB
Ilustrasi orang melakukan olahraga plogging, olahraga asal Swedia yang menggabungkan jogging dengan aksi sosial memungut sampah. Tren olahraga kardio baru ala Nordik, Swedia.

SportlinkNews - Bagaimana jika jogging harian yang dilakukan bisa melakukan lebih dari sekadar meningkatkan detak jantung. 

Hanya dengan mengikat tali sepatu dan pergi ke luar ruangan untuk jogging memang sudah teruji untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik.

Di mana akan memompa jantung, menyerap vitamin D yang sehat, membakar kalori, dan menikmati udara segar sambil menjelajahi jalur baru atau rute favorit Anda.

Tapi, di masyarakat, kini muncul tren olahraga kebugaran baru yang unik dan bermanfaat, yakni plogging, olahraga asal Swedia yang menggabungkan jogging dengan aksi sosial memungut sampah.

Baca Juga: Paris Saint-Germain Buru Treble Internasional Ketiga, Menuju Sejarah Baru

Ini adalah latihan kardio yang menyenangkan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, karena menjadikannya sebagai gaya hidup aktif yang menyatukan tubuh bugar dan lingkungan bersih dalam satu langkah.

Plogging berasal dari kata "plocka upp" (memungut) dan "jogga" (joging) dalam bahasa Swedia. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada 2016 oleh aktivis lingkungan Erik Ahlström di Stockholm.

Plogging kini telah menjadi gerakan global yang melibatkan lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia, baik secara individu maupun dalam komunitas terorganisasi.

Baca Juga: Dikadali Wasit, Bintang Atletico Marah Setelah Tersingkir dari Piala Dunia Antarklub

Lalu apa yang membuat plogging begitu spesial? Menurut para ahli kebugaran, plogging menawarkan latihan kardio yang lebih lengkap dibanding jogging biasa. 

Setiap kali seseorang membungkuk atau jongkok untuk memungut sampah, tubuh secara otomatis melakukan gerakan fungsional yang melatih otot bokong, paha, hingga otot inti.

"Jika dilakukan dengan kesadaran, plogging bisa menjadi latihan mobilitas dan kekuatan yang sangat baik," ujar Baltazar Villanueva, pelatih pribadi dan ahli nutrisi bersertifikat NASM.

Baca Juga: Digadang Bakal Perkuat Timnas Malaysia, Ini Reaksi Gelandang Bilbao Mikel Jauregizar

Selain manfaat fisik, plogging juga menawarkan nilai sosial dan emosional. Aktivitas ini menciptakan rasa kebersamaan dan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar. 

Baik dilakukan secara individu maupun berkelompok, plogging bisa menjadi cara baru untuk merasa lebih terhubung dengan komunitas dan alam.

Karena memiliki latihan kardio yang lebih lengkap, maka plogging dapat membakar lebih banyak kalori. 

Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Youth and Junior World Sambo Championships 2025

Menurut Alex Lee, ahli fisioterapi dan kebugaran, pergerakan tambahan seperti membungkuk, membawa tas sampah, atau memungut benda dari tanah meningkatkan kerja otot tubuh secara keseluruhan, terutama lengan, bahu, dan otot inti.

"Bahkan gerakan kecil pun memberikan dampak besar bila dilakukan berulang dalam sesi plogging," katanya.

Dibandingkan olahraga lain, salah satu keunggulan utama plogging adalah aksesibilitasnya. Tidak perlu peralatan khusus atau keanggotaan gym, cukup sepatu olahraga yang nyaman, sarung tangan, dan kantong sampah. 

Intensitasnya pun bisa disesuaikan, mulai dari lari santai hingga menambahkan sprint dan squat untuk hasil yang lebih menantang.

Di era modern yang menuntut efisiensi waktu dan makna dalam setiap aktivitas, plogging menjadi solusi tepat untuk menyatukan manfaat fisik dan tanggung jawab sosial. Tren ala Nordik ini tidak hanya menciptakan tubuh sehat, tetapi juga lingkungan yang lebih bersih—dan semuanya dimulai dengan satu langkah kecil, yakni memungut sampah sambil berlari.

Tags

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB