SportlinkNews - Menurunkan berat badan tak selalu harus identik dengan latihan berat di pusat kebugaran.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki justru dinilai para ahli sebagai cara efektif untuk menjaga tubuh tetap ramping, asalkan dilakukan dengan strategi yang tepat.
Bagi mereka yang memiliki jadwal padat atau enggan pergi ke gym, jalan kaki bisa menjadi solusi realistis. Namun, hasilnya tak akan maksimal jika dilakukan asal-asalan.
Baca Juga: Jokic 30 Poin, Nuggets Tegaskan Superioritas atas Celtics
Berikut beberapa pendekatan yang direkomendasikan pakar kesehatan agar manfaatnya lebih terasa.
1. Bergerak Setelah Makan
Kebiasaan langsung duduk atau berbaring setelah makan sebaiknya dihindari. Jalan santai selama sekitar 10 menit usai makan dapat membantu tubuh mengontrol kadar gula darah sekaligus meningkatkan pembakaran energi.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Diabetologia pada 2016 menunjukkan bahwa berjalan ringan setelah makan efektif membantu menurunkan lonjakan gula darah, khususnya pada penderita diabetes tipe 2.
Baca Juga: Bangkit di Gim Ketiga, Gloria/Terry Singkirkan Unggulan Denmark di German Open
Ahli gizi Melissa Rifkin menegaskan, stabilitas gula darah juga berperan penting dalam proses penurunan berat badan secara umum.
2. Tambah Target Langkah dan Variasi Medan
Berjalan 10.000 langkah per hari sering disebut sebagai angka ideal untuk menjaga berat badan. Namun, jika targetnya adalah menurunkan berat badan, jumlah langkah bisa ditingkatkan sekitar 5.000 langkah tambahan.
Dr. Amy Lee, Kepala Nutrisi Nucific, menyarankan variasi medan seperti rute menanjak atau berjalan di permukaan dengan kemiringan. Treadmill dengan incline atau jalur berbukit dapat meningkatkan intensitas kardio dan memperbesar pembakaran kalori.
Baca Juga: Genjot Adaptasi dan Uji Tanding, Indonesia Bidik Performa Maksimal di All England 2026
3. Manfaatkan Paparan Sinar Matahari
Berjalan di luar ruangan memberi keuntungan tambahan berupa paparan sinar matahari pagi. Selain membantu produksi vitamin D, aktivitas ini juga berdampak positif pada suasana hati dan konsistensi olahraga.
Kombinasi antara gerak aktif dan suasana terbuka kerap membuat seseorang lebih termotivasi untuk mempertahankan rutinitas sehatnya.
4. Ajak Rekan Berjalan
Rasa bosan menjadi salah satu alasan banyak orang berhenti berolahraga. Mengajak teman atau keluarga berjalan bersama bisa menjadi solusi.
Baca Juga: Fokus All England 2026, Tim Bulutangkis Indonesia Optimalkan Aklimatisasi di Inggris
Studi yang dimuat di Nature Communications (2017) menunjukkan bahwa kebiasaan olahraga seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkaran pertemanannya.
Penelitian lain dari Michigan State University juga menemukan bahwa olahraga aerobik bersama pasangan meningkatkan motivasi dan konsistensi dibanding berlatih sendirian.
5. Tingkatkan Kecepatan
Jika ingin hasil lebih cepat terlihat, ubah tempo menjadi lebih cepat. Jalan cepat terbukti meningkatkan pembakaran kalori dibandingkan jalan santai.
Baca Juga: Madura United FC Siap Berjibaku Raih Tiga Poin di Kandang Maung Bandung
Riset dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menyebutkan bahwa semakin tinggi kecepatan berjalan, semakin besar pula energi yang dikeluarkan tubuh.
Kuncinya bukan sekadar berjalan, tetapi bagaimana melakukannya dengan konsisten dan strategi yang tepat. Dengan pendekatan sederhana ini, menjaga berat badan ideal bukan lagi hal yang sulit, bahkan tanpa harus menginjakkan kaki di gym.